tirto.id - Asosiasi Sepak Bola Eropa atau UEFA tengah bersiap menggelar pemungutan suara (voting) untuk menentukan kemungkinan skorsing kepada Timnas Israel dari kompetisi internasional. Saat ini Israel masih memiliki agenda Kualifikasi Piala Dunia 2026 menghadapi Norwegia dan Italia.
Gelombang tekanan agar UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain bagi sepak bola Israel terus menguat. Desakan bermula dari seruan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang meminta FIFA dan UEFA bertindak. Berdasar temuan 7 ahli independen, menyebut adanya dugaan upaya genosida di Gaza, Palestina.
Seruan ini kemudian terus menggema. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, secara terbuka menyatakan bahwa Israel seharusnya dilarang mengikuti ajang olahraga internasional. Ia berkaca terhadap sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia.
Sementara itu Federasi Sepak Bola Turki (TFF) menjadi anggota UEFA pertama, yang secara resmi menuntut penangguhan untuk sepak bola Israel.
"UEFA dan FIFA yang kerap memosisikan diri sebagai badan yang membela hak-hak asasi manusia sudah terlalu lama diam atas kasus [dugaan genosida] di Gaza," keluh Presiden TFF Ibrahim Haciosmanoglu, dikutip dari Associated Press, hari Jumat (26/9/2025).
Tekanan juga datang dari tribun penonton. Spanduk besar pro-Palestina bertuliskan "Hentikan Genosida di Gaza”, dibentangkan suporter Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions pada Mei 2025 lalu.
Aksi juga dilakukan para pendukung tim Yunani, PAOK, ketika melawan wakil Israel, Maccabi Tel Aviv, pada 24 September 2025. Tapi ketika itu UEFA secara tidak biasa memilih untuk tidak membuka kasus disipliner.
UEFA Siapkan Voting untuk Sanksi Israel
Sikap tegas turut ditunjukkan oleh lingkaran sepak bola Eropa sendiri. Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) mengumumkan bakal menyumbangkan seluruh keuntungan dari penjualan tiket laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Israel, untuk bantuan kemanusiaan di Gaza.
Presiden NFF yang juga anggota Komite Eksekutif UEFA, Lise Klaveness, menjadi salah satu suara yang paling vokal.
“Baik kita maupun organisasi lain tidak dapat tetap acuh tak acuh terhadap penderitaan kemanusiaan dan serangan yang tidak proporsional, yang telah dialami penduduk sipil di Gaza sejak lama,” kata Klaveness dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Jumat (26/9/2025).
Sikap ini kemudian didukung oleh solidaritas para atlet. Sebanyak 48 pemain, termasuk pemain bintang sepak bola Paul Pogba dan atlet kriket Moeen Ali, telah menandatangani pernyataan mendesak UEFA untuk menangguhkan Israel dari semua kompetisi Eropa.
“Sebagai atlet profesional dari beragam latar belakang, agama, dan keyakinan, kami percaya olahraga harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan, keadilan, dan kemanusiaan,” bunyi pernyataan itu, di bawah bendera Athletes 4 Peace dikutip dari Al Jazeera, Jumat (26/9/2025).
Seruan ini juga merupakan respons atas kematian Suleiman al-Obeid. Sosok yang dikenal sebagai 'Pele dari Palestina' tersebut tewas akibat serangan pasukan Israel saat sedang menunggu bantuan kemanusiaan di Gaza Selatan.
"Kami, para penandatangan Athletes 4 Peace, menyerukan kepada UEFA untuk segera menangguhkan Israel dari semua kompetisi sampai mereka mematuhi hukum internasional serta mengakhiri pembunuhan warga sipil dan kelaparan yang meluas."
Nantinya, jika mayoritas dari 20 anggota komite eksekutif UEFA mendukung sanksi ini, maka Timnas Israel bakal kehilangan kesempatan untuk melanjutkan Kualifikasi Piala Dunia 2026 kontra Norwegia pada 11 Oktober, lalu Italia pada 15 Oktobe 2025.
Keputusan resmi diperkirakan akan diumumkan pada pekan depan.
Penulis: Arfrian Rahmanta
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id


































