Menuju konten utama

Trump Ucap Inggris Bodoh Lepas Kepulauan Chagos, Tempat Apa Ini?

Kepulauan Chagos dilepaskan dari kekuasaan Inggris dan akan diserahkan kepada Mauritius. Presiden Trump berang. Apa pentingnya kepulauan ini?

Trump Ucap Inggris Bodoh Lepas Kepulauan Chagos, Tempat Apa Ini?
Kepulauan Chagos. FOTO/commons.wikimedia.org/

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini menyebut Pemerintah Inggris bodoh karena melepaskan Kepulauan Chagos ke Mauritius. Mengapa kepulauan kecil di Samudera Hindia ini dipermasalahkan Trump?

Trump menyatakan Inggris bodoh pada Selasa (20/1/2026) waktu setempat melalui media sosial Truth. Ia menyebut kepulauan tersebut sangat penting.

"Inggris memberikan pulau yang sangat penting adalah tindakan kebodohan besar," tulis Trump.

Oleh Trump, Inggris disebut telah menyerahkan Chagos "tanpa alasan apapun" meski hal ini dilakukan sesuai hukum internasional. Pelepasan Kepulauan Chagos juga turut jadikan Trump sebagai alasan mengapa penting bagi AS untuk mencaplok Greenland.

Apa itu Kepulauan Chagos dan Alasan Dilepas Inggris?

Chagos merupakan wilayah kepulauan yang berada di tengah Samudra Hindia. Lebih dari 60 pulau tropis membentuk gugusan Kepulauan Chagos.

Semula, Chagos merupakan wilayah yang kepemilikannya diklaim oleh Prancis pada abad ke-18. Kepulauan ini dianggap Prancis sebagai bagian dari Mauritius yang berjarak 1.000 mil dengan Chagos.

Kemudian, pada 1814, Inggris berhasil mengalahkan Prancis dan kepemilikan atas Chagos dan Mauritius beralih ke tangan Inggris.

Status kepemilikan Chagos oleh Inggris terus terjadi hingga dekade 1960-an. Pada 1965, atau tiga tahun sebelum Mauritius merdeka, Inggris memecah Chagos sebagai wilayah sendiri dan menjadi British Indian Ocean Territory.

Namun, setelah itu, Mauritius menggugat langkah Inggris ketika menjadikan Chagos sebagai wilayah sendiri sebelum mereka merdeka.

Kemudian pada 2019, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa langkah Inggris di Chagos adalah pendudukan ilegal. Majelis Umum PBB juga merilis resolusi agar Inggris mengembalikan kepulauan Chagos kepada Mauritius dengan segera.

Hal tersebutlah yang kemudian jadi alasan Inggris melepas Chagos ke Mauritius. Pelepasan ini dimulai pada Oktober 2024 lalu.

Ketika Inggris bersepakat untuk menyerahkan kepemilikan Chagos, sebenarnya pemerintahan Trump menanggapinya dengan dengan pujian. Kala itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa Trump "menyatakan dukungannya terhadap hal ini, sebuah pencapaian monumental".

Akan tetapi, arah angin kini berubah. Trump bahkan secara terbuka menyebut langkah penyerahan Chagos sebagai tindakan yang bodoh secara militer.

Arti Penting Kepulauan Chagos bagi Militer AS dan Inggris

Sejak era Perang Dingin, Chagos tidak hanya dikelola oleh Inggris semata. Amerika Serikat juga memiliki pengaruh di Kepulauan itu.

Ketika Perang Dingin, Inggris menyewakan Chagos kepada AS. Tawaran itu disambut, maka dibangunlah sebuah pangkalan militer untuk mencegah pengaruh Soviet di sana.

Pangkalan tersebut bernama Diego Garcia dan selesai dibangun dan beroperasi penuh pada 1971. Proses pembangunannya sendiri kontroversial karena melibatkan pengusiran penduduk lokal secara paksa dan ilegal berdasarkan hukum internasional.

Akan tetapi, pangkalan Diego Garcia tetap berdiri pada akhirnya dan jadi salah satu pangkalan militer penting AS di kawasan Samudera Hindia dan daratan Timur Tengah.

Menukil CNN, pangkalan ini punya peran penting dalam dua invasi AS ke Irak dan jadi pendaratan pesawat pembom AS yang menjalankan misi di seluruh Asia.

Pada Mei 2025 lalu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menandatangani kesepakatan dengan Mauritius terkait pangkalan Diego Garcia ini. Pangkalan ini tetap berdiri dan jadi milik AS, namun sebagai gantinya Inggris membayar sewa ke Mauritius senilai 101 juta poundsterling setiap tahun selama 99 tahun.

Meskipun awalnya Trump menyatakan puas dengan kesepakatan itu, menyebutnya sebagai pencapaian monumental, namun sikapnya berubah seiring polemik Greenland. Trump kini menggunakan Chagos sebagai contoh tindakan yang dipandang Cina dan Rusia sebagai "kelemahan total".

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar