Menuju konten utama

Trump Perintahkan Uji Coba Nuklir AS Sebelum Temui Xi Jinping

Trump mengaku menginstruksikan Pentagon untuk menguji persenjataan nuklir AS secara setara dengan negara-negara nuklir lainnya.

Trump Perintahkan Uji Coba Nuklir AS Sebelum Temui Xi Jinping
Presiden AS Donald Trump mengangkat salinan Laporan Estimasi Perdagangan Nasional 2025 saat ia berpidato dalam acara pengumuman perdagangan “Make America Wealthy Again” di Rose Garden, Gedung Putih pada 2 April 2025 di Washington, DC. Trump yang menyebut acara tersebut sebagai “Hari Pembebasan” diperkirakan akan mengumumkan tarif tambahan yang menargetkan barang-barang yang diimpor ke AS. Chip Somodevilla/Getty Images/AFP (Foto oleh CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memerintahkan militer AS untuk segera melanjutkan uji coba senjata nuklir setelah jeda selama 33 tahun, Kamis (30/10/2025). Hal ini dilakukan beberapa menit sebelum memulai pertemuan dengan Presiden Cina, Xi Jinping.

Trump mengumumkan hal tersebut tersebut di Truth Social saat ia berada di dalam helikopter Marine One untuk bertemu Xi dalam sesi negosiasi perdagangan di Busan, Korea Selatan.

Ia mengaku menginstruksikan Pentagon untuk menguji persenjataan nuklir AS secara setara dengan negara-negara nuklir lainnya.

"Karena negara-negara lain sedang menguji program, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai menguji Senjata Nuklir kami secara setara. Proses itu akan segera dimulai," tulis Trump, dikutip dari Reuters, Kamis (30/10/2025).

"Rusia berada di posisi kedua, dan Tiongkok di posisi ketiga, tetapi akan menyamainya dalam 5 tahun," lanjut dia.

Sementara itu, seorang anggota parlemen senior Rusia mengatakan, keputusan Trump akan menandai era baru ketidakpastian dan konfrontasi terbuka.

Di satu sisi, Kementerian Luar Negeri Cina mendesak AS untuk mematuhi komitmen mereka terhadap moratorium uji coba nuklir dan menjaga keseimbangan serta stabilitas strategis global.

Reuters mengungkapkan, belum jelas apakah Trump merujuk pada uji coba peledak nuklir yang akan dilakukan oleh Badan Keamanan Nuklir Nasional atau uji coba terbang rudal berkemampuan nuklir.

Sebab, tidak ada negara yang memiliki nuklir selain Korea Utara telah melakukan uji coba peledak dalam lebih dari 25 tahun.

Baca juga artikel terkait DONALD TRUMP atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher