tirto.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak upaya sejumlah anggota parlemen Israel untuk mendorong maju aneksasi penuh Tepi Barat. Dia memastikan Israel tidak akan melanjutkan rencana untuk mencaplok wilayah tersebut.
Pernyataan itu juga muncul setelah parlemen Israel menyetujui rancangan undang-undang yang akan memberlakukan hukum Israel di sebagian wilayah Tepi Barat. Dari 120 anggota parlemen, 25 di antaranya mendukung usulan tersebut.
“Jangan khawatir tentang Tepi Barat. Israel tidak akan melakukan apa pun dengan Tepi Barat,” ujar Trump di Gedung Putih pada Kamis (23/10/2025), dilansir melalui Reuters.
Sejalan dengan hal itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance juga meyakinkan bahwa Trump akan menentang aneksasi Tepi Barat.
“Jika itu adalah aksi politik, itu adalah aksi yang sangat bodoh, dan saya pribadi menganggapnya sebagai penghinaan,” ujar Vance.
"Kebijakan Presiden Trump adalah bahwa Tepi Barat tidak akan dianeksasi. Ini akan selalu menjadi kebijakan kami," sambung Vance.
Sebagai informasi, pemungutan suara terkait aneksasi RUU Tepi Barat itu disponsori oleh anggota parlemen oposisi sayap kanan yang sampai saat ini berada dalam koalisi sayap kanan yang berkuasa. Rencana itu juga didukung oleh ultranasionalis Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengatakan bahwa pemungutan suara itu adalah provokasi politik yang disengaja yang bertujuan untuk menabur perpecahan selama kunjungan Vance.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































