Menuju konten utama

TNI Diminta Klarifikasi Penembakan di Papua yang Tewaskan Sipil

Pigai meminta TNI untuk klarifikasi penembakan di Kemburu, Papua yang menewaskan lima warga sipil, termasuk balita.

TNI Diminta Klarifikasi Penembakan di Papua yang Tewaskan Sipil
Menteri HAM, Natalius Pigai, di Gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Selasa (6/1/2026). tirto.id/ Auliya Umayna

tirto.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk segera memberikan klarifikasi terkait aksi penembakan yang terjadi Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Aksi ini, telah menewaskan setidaknya lima orang warga sipil termasuk balita. Pigai juga mendorong Komisi Nasional (Komnas) HAM untuk segera melakukan investigasi.

"Atas kejadian di Kabupaten Puncak yang mengorbankan nyawa dan kerugian lain yang dialami masyarakat sipil saya meminta agar TNI segera memberikan klarifikasi. Atas jatuhnya korban termasuk ada anak-anak dan balita saya menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam," kata Pigai melalui keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, konflik antara TNI dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) tidak boleh mengorbankan warga sipil. Dia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan meminta perlindungan maksimal terhadap warga sipil.

"Tidak boleh ada Korban masyarakat sipil dalam konflik antara TNI dan TPN OPM," ujar Pigai.

Kata Pigai, selain klarifikasi dari TNI, investigasi dari Komnas HAM juga dinilai penting untuk mengungkap fakta secara objektif dan memberikan kejelasan kepada publik di tengah keterbatasan informasi resmi yang beredar.

"Komnas HAM harus segera turun untuk melakukan investigasi," tutur Pigai.

Terkait adanya operasi militer di wilayah sipil menurut Pigai harus segera dihentikan guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

"Kami meminta penghentian sementara seluruh operasi militer di wilayah yang berpotensi berdampak pada masyarakat sipil, khususnya di area pengungsian. Perlindungan terhadap warga harus menjadi prioritas utama," ujar Pigai.

Dia menyebut, insiden ini menambah panjang daftar kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Papua dan kembali menegaskan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.

Terlebih, jika wilayah Distrik Kemburu benar telah ditetapkan sebagai zona aman, maka pelaksanaan operasi militer di kawasan tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Baca juga artikel terkait PENEMBAKAN PAPUA atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Dipna Videlia Putsanra