tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Dandhy Laksono, sutradara di balik film dokumenter investigatif berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, bertemu dengan seorang miliarder asal Amerika Serikat, George Soros, terkait film dokumenter yang dibuatnya.
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Laska Prilanti” (arsip) pada Selasa (02/06/2026). Unggahan tersebut menampilkan foto George Soros dan Dandhy yang diklaim sebagai berita yang ditulis oleh BBC pada 2 Juni 2026.
“BBC, News Indonesia. Dhandy Laksono Bertemu Miliarder Amerika Serikat, siapa dia dan apa kaitannya dengan film Pesta Babi?” Begitu narasi tertulis dalam gambar.
Dalam keterangan yang ditulis pengunggah, dicantumkan tautan yang diklaim dari BBC yang memuat berita tersebut. “Sutradara Film Pesta Babi dikabarkan bertemu Miliarder Amerika Serikat, Siapa dia dan apa kaitannya dengan film Pesta Babi? Cek selengkapnya sebelum dihapus https://www.bbc.com/indonesia/articles/cg5plj1q1p3p.”
Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 957 likes, 605 komentar, dan 81 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan reaksi ketidakpercayaan masyarakat terhadap informasi itu dan menyebutkan foto tersebut hasil suntingan.
Lantas, benarkah Dandhy menemui George Soros dan adakah kaitannya dengan film Pesta Babi?

Penelusuran Fakta
Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah. Akun tersebut menggunakan foto tiga gadis pada profilnya dan memiliki 6,1 ribu pengikut. Ditemukan beberapa unggahan video terkait film Pesta Babi, seperti pada video ini yang menyebutkan bahwa sutradara film Pesta Babi Papua, Dandhy Dwi Laksono, mendapatkan aliran dana produksi dari Cypri Paju Dale. Bahkan, muncul tuntutan agar sumber pendanaan film dibuka secara transparan kepada publik supaya tidak memunculkan spekulasi liar.
Lebih lanjut, untuk menemukan gambar asli Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Dalam laman Owrite ditemukan foto identik dengan unggahan yang beredar, namun tidak ditemukan Dandy berfoto bersama George Soros di dalamnya.
Kemudian, Tirto mencermati gambar yang beredar dan menemukan kejanggalan dalam judul berita tersebut, penulisan nama Dandhy yang ditulis "Dhandy" dan penulisan besar dan kecilnya huruf dalam judul berita tersebut tidak konsisten.
Lantas, Tirto melakukan pencarian di laman BBC Indonesia, namun tidak ditemukan informasi bahwa Dandhy bertemu dengan George Soros. Selain itu, link yang dituliskan pada unggahan tersebut yaitu ini, tidak merujuk pada laman BBC Indonesia, tapi justru merujuk pada laman bertuliskan 404 Not Found.
Kemudian, Tirto mengetikkan kata kunci “Dandhy bertemu dengan George Soros terkait film Pesta Babi.” Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas yang menyatakan bahwa unggahan yang mencatut BBC Indonesia memberitakan Dandhy Laksono bertemu dengan George Soros adalah hoaks. Service Editor BBC Indonesia, Jerome Wirawan, memastikan pihaknya tidak pernah menerbitkan konten seperti dalam unggahan yang beredar. Unggahan itu merupakan hasil rekayasa.
Service Editor BBC Indonesia, Jerome Wirawan, memastikan informasi yang menyebut BBC menulis berita terkait pertemuan Dandhy dan George Soros adalah hoaks. Jerome mengecam adanya konten yang secara tidak bertanggung jawab mencatut BBC Indonesia.
“Saya mengecam kemunculan konten yang mencatut nama dan situs BBC News Indonesia. BBC News Indonesia tidak pernah membuat apalagi menayangkan konten tersebut. Dengan demikian, konten itu patut disebut hoaks yang menyesatkan pembaca,” begitu keterangan Jerome kepada Kompas.com, Rabu (3/6/2026).
Melansir laman Tempo, Cypri Dale juga pernah diisukan membiayai film Pesta Babi. Faktanya, Cypri Dale tidak pernah menyatakan film tersebut didanai oleh negara asing. Film Pesta Babi merupakan dokumenter investigatif karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale, hasil kolaborasi sejumlah lembaga di Indonesia.
Sebagai informasi, Cypri Jehan Paju Dale adalah antropolog yang aktif membangun narasi seputar politik pembangunan, kedaulatan masyarakat adat, relasi multi-spesies, dan model keagamaan pribumi. Risetnya menjadi basis data awal film Pesta Babi, sekaligus mempermudah pendekatan dengan masyarakat setempat.
Menurut Cypri, film Pesta Babi diproduksi lewat kolaborasi banyak individu dan lembaga dalam bentuk tenaga, keahlian, peralatan, hingga dana. Nama dan logo semua kontributor tercantum dalam film beserta posternya.
Hal senada disampaikan Dandhy Laksono yang menyatakan bahwa film tersebut merupakan hasil patungan dan gotong royong berbagai lembaga, seperti Koperasi Indonesia Baru, Watchdog, Greenpeace Indonesia, Lembaga Riset Pusaka Bentala Rakyat, LBH Merauke, serta media asal Papua, Jubi.
“Tidak semua kontribusi berbentuk uang. Lebih banyak dalam bentuk waktu, tenaga atau kerja-kerja probono, seperti peralatan shooting atau hasil riset. Dan semua yang terlibat tidak ada yang dibayar,” ujar Dandhy saat dihubungi Tempo, Selasa, 19 Mei 2026.
Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa sutradara dan jurnalis Dandhy Laksono bertemu dengan George Soros adalah tidak benar dan tidak didukung dengan informasi dari media kredibel.
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim Dandhy bertemu dengan miliarder Amerika Serikat George Soros bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
BBC membantah pihaknya pernah merilis berita terkait pertemuan Dandhy dan George Soros pada laman BBC Indonesia dan menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
Sutradara utama sekaligus konseptor di balik pembuatan film dokumenter investigatif Pesta Babi, Dandhy Laksono, menyatakan bahwa film tersebut merupakan hasil patungan dan gotong royong berbagai lembaga.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id































