tirto.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak menuju Filipina untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang akan berlangsung di Cebu pada 7–8 Mei 2026. KTT tahun ini mengusung tema “Navigating Our Future, Together”.
Tema yang dipilih untuk KTT ke-48 ASEAN, “Navigating Our Future, Together”, menggambarkan komitmen negara-negara anggota untuk menghadapi masa depan kawasan secara bersama-sama di tengah perubahan global yang cepat dan penuh ketidakpastian.
Tema ini menekankan pentingnya memperdalam integrasi regional, memperkuat kerja sama ekonomi, serta menjaga solidaritas ASEAN dalam merespons berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik hingga tekanan ekonomi global.
Setibanya di Cebu, Prabowo yang didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan BIMP-EAGA Summit yang merupakan bagian dari KTT ASEAN.
KTT ASEAN kali ini juga akan membahas berbagai isu strategis seperti penguatan kerja sama antarnegara anggota, stabilitas kawasan, ketahanan energi, serta respons bersama terhadap dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Salah satu agenda utama yang mendapat perhatian besar dalam KTT ini adalah ketahanan bencana regional. Pemerintah Filipina sebagai tuan rumah menekankan pentingnya kerja sama ASEAN dalam memperkuat sistem peringatan dini berbasis masyarakat, respons kemanusiaan cepat, serta dukungan bagi masyarakat terdampak bencana.
Hal ini disampaikan oleh Plt. Sekretaris Kantor Komunikasi Kepresidenan Filipina, Dave Gomez, dalam pembukaan Pusat Media Internasional ASEAN 2026 di Kota Lapu-Lapu.
Ia menegaskan bahwa kerangka kerja kolaboratif ASEAN bertujuan agar bencana seperti erupsi Gunung Mayon di wilayah Albay tidak semakin memperburuk kondisi kelompok rentan, melainkan mendorong strategi ketahanan yang inklusif dan berpusat pada masyarakat.
"Negara-negara anggota ASEAN telah berkomitmen pada kerangka kerja kolaboratif yang meningkatkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, respons kemanusiaan yang cepat, dan dukungan bagi penduduk yang terkena dampak," kata Dave dikutip Antara (5/5/2026).
Selain isu kebencanaan, KTT ASEAN ke-48 juga akan menyoroti isu keamanan energi dan ketahanan pangan, terutama di tengah dampak ketegangan global dan konflik di Timur Tengah yang mempengaruhi harga energi di Asia.
"Dengan adanya imbas ketegangan di Timur Tengah yang sangat membebani Asia, atas inisiatif Presiden Ferdinand R. Marcos Jr., para pemimpin telah memfokuskan kembali agenda untuk memasukkan diskusi tentang keamanan energi dan respons terpadu guna mengurangi dampak negatif di masing-masing negara anggota," jelas Menteri Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Filipina Rex Gatchalian.
Daftar Agenda KTT ASEAN 2026
Berikut daftar agenda kegiatan KTT ke-48 ASEAN 2026 yang dirilis lembaga resmi milik pemerintah Filipina, Philippine Information Agency (PIA) pada 5 Mei 2026:
6–7 Mei 2026
- Pertemuan Pejabat Tinggi (Senior Officials’ Meeting)
- Pertemuan tingkat menteri (Ministerial Preparatory Meetings)
- Lokasi: Dusit Thani Mactan dan Shangri-La Mactan
7 Mei 2026 (siang)
- Special BIMP-EAGA Summit
- Pertemuan Brunei–Indonesia–Malaysia–Filipina
- Lokasi: Shangri-La Mactan
8 Mei 2026 (hari utama KTT)
- Upacara pembukaan KTT ASEAN ke-48
- Lokasi: Mactan Expo (Mactan Newtown)
8 Mei 2026 (lanjutan)
- Pertemuan para pemimpin ASEAN (Leader’s Summit Session)
- Working lunch antar kepala negara
8 Mei 2026 (sore)
- Retreat Session (diskusi tertutup para pemimpin)
- Lokasi: Shangri-La Mactan
8 Mei 2026 (16.00 waktu setempat)
- Konferensi pers Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. di International Media Center (IMC)
- Penutupan KTT
- Gala dinner resmi yang diselenggarakan oleh Presiden Filipina dan Ibu Negara Louise Araneta-Marcos
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































