tirto.id - Sekretaris Kabinet (Setkab) Teddy Indra Wijaya enggan memberi tanggapan atas wacana pemotongan gaji menteri sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran. Ia justru mengarahkan awak media untuk meminta penjelasan langsung kepada Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menyampaikan gagasan tersebut.
“Tanya yang menyampaikan, kemarin siapa itu? Tanya kepada yang menyampaikan kemarin,” ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Teddy menjelaskan, berbagai skema efisiensi anggaran yang tengah dibahas pemerintah—termasuk opsi pemotongan gaji menteri—masih berada pada tahap perumusan. Langkah ini dipertimbangkan sebagai respons atas meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.
Nantinya, seluruh opsi tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat bersama para menteri terkait dan Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah, lanjut Teddy, akan memilih kebijakan yang dinilai paling efektif untuk menjaga kesehatan fiskal.
“Jadi, intinya konsep-konsep itu akan dirapatkan dalam beberapa hari ini,” tuturnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait kebijakan efisiensi yang akan diambil pemerintah. “Nanti kita lihat. Belum ada keputusan apapun,” tambahnya.
Sebelumnya, Purbaya menyatakan tidak menutup kemungkinan pemotongan gaji menteri, termasuk dirinya, sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran. Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah skema serupa juga akan diterapkan pada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Kalau (potong gaji anggota) DPR saya enggak tahu. Kalau menteri si nggak apa-apa, tetapi nanti kita lihat kebijakan presiden seperti apa,” kata Purbaya kepada awak media, di selasar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (7/4/2026).
Saat dimintai penjelasan mengenai besaran pemotongan, mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu menyebut angka sekitar 25 persen.
"Kayaknya 25 persen deh," tutur dia.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa wacana tersebut masih sebatas pandangan pribadi dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah maupun hasil kesepakatan di tingkat kabinet.
"Belum, belum (belum ada kesepakatan). Kalian nembak, saya kira-kira (pemotongan gaji menteri hingga) 25 persen," tutur Purbaya.
"Ada pembicaraan seperti itu, tetapi keputusan terakhirnya masih belum clear, ya," lanjutnya.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































