Menuju konten utama

Tarif Impor ke AS Turun, BKPM: Kita Punya Kedudukan Strategis

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asean, Indonesia juga menjadi negara dengan tarif terendah kedua setelah Singapura.

Tarif Impor ke AS Turun, BKPM: Kita Punya Kedudukan Strategis
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu di Hotel St. Regis, Jakarta, Kamis (27/2/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, menilai penurunan tarif impor menjadi 19 persen menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kedudukan strategis di mata Amerika Serikat (AS). Pasalnya, dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, Indonesia berhasil mencapai penurunan tarif cukup drastis.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asean, Indonesia juga menjadi negara dengan tarif terendah kedua setelah Singapura yang hanya dipukul tarif sebesar 10 persen.

Sedangkan, negara lain seperti Vietnam mendapatkan tarif resiprokal sebesar 20 persen, Filipina 20 persen, Malaysia 25 persen, Brunei Darussalam 25 persen, Thailand 36 persen, Kamboja 36 persen, Myanmar 40 persen, dan Laos sebesar 40 persen.

“Artinya, kalau mau berbicara begitu kan negara kita strategis. Artinya, Amerika sudah mau untuk menurunkan dari 32 persen ke 19 persen. Nah, ini kita juga lagi konsultasi, karena kan perintahnya baru ya. Tapi kalau saya lihat secara strategis di wilayah Asia Tenggara ini yang signifikan sangat turun,” kata Todotua saat ditemui usai acara Pertamina Investor Day 2025, di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025).

Meski penurunan ini dianggap strategis, Todotua Pasaribu, mengaku belum memiliki rencana investasi yang akan segera direalisasikan di Amerika Serikat.

“Belum ada (rencana investasi). Tapi kan kalau beberapa yang sudah berjalan seperti Pertamina, sudah ada dulu investasi lapangan sumber di sana, kan,” ujar dia,

Rencana impor energi dari Washington sebelumnya pernah disinggung Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, untuk menekan defisit perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat, kini tengah dilakukan pembicaraan lebih lanjut oleh PT Pertamina (Persero).

“Iya, masih-masih pembicaraan (apakah komoditas yang diimpor adalah minyak mentah dan LPG),” imbuh dia.

Baca juga artikel terkait TARIF TRUMP atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra