Menuju konten utama

Tanggal 3 Juni Memperingati Apa? Ada Hari Pasar Modal Indonesia

Daftar peringatan internasional dan nasional yang jatuh pada 3 Juni. Ada peringatan Hari Pasar Modal Indonesia

Tanggal 3 Juni Memperingati Apa? Ada Hari Pasar Modal Indonesia
Kalender Juni 2025. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tanggal 3 Juni, dunia memperingati sejumlah momen penting bertaraf nasional dan internasional. Salah satu yang paling menonjol ialah peringatan Hari Bersepeda Sedunia. Lantas, tanggal 3 Juni memperingati hari apa saja? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini.

Tanggal 3 Juni diperingati sebagai Hari Pasar Modal Sedunia. Momentum ini menandai dibukanya kembali Bursa Efek pada 1952 setelah sempat vakum akibat Perang Dunia. Di masa pemerintahan Soekarno, operasional bursa dijalankan oleh PPUE, yang beranggotakan bank negara, bank swasta, dan pialang efek.

Selain itu, tanggal 3 Juni juga diperingati sebagai Hari Bersepeda Sedunia. Peringatan ini ditujukan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, pendidikan, toleransi, budaya damai, inklusi, kesehatan dan pecegahan penyakit.

Hari Pasar Modal Indonesia

Tanggal 3 Juni menjadi waktu yang istimewa bagi pasar modal nasional. Pasalnya, pada tanggal 3 Juni 1952, bursa efek di Indonesia kembali di buka setelah Perang Dunia I dan II.

Pasar modal Indonesia memiliki akar sejarah yang jauh lebih tua dari yang banyak diketahui publik. Aktivitas perdagangan saham dan obligasi di Tanah Air sudah berlangsung sejak abad ke-19.

Catatan dari buku Effectengids yang diterbitkan Vereniging voor den Effectenhandel pada 1939 mencatat, perdagangan efek sudah berlangsung sejak tahun 1880, meski tanpa organisasi resmi.

Pendirian bursa efek pertama secara formal baru terjadi pada Desember 1912, di Batavia (kini Jakarta), saat Indonesia masih berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Namun, perjalanan pasar modal tidak selalu mulus.

Bursa sempat mengalami penutupan selama dua periode penting dalam sejarah dunia, yakni, Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Konflik tersebut menyebabkan vakumnya aktivitas perdagangan efek di Indonesia selama bertahun-tahun.

Titik balik penting terjadi pada 3 Juni 1952, ketika Bursa Efek di Indonesia kembali dibuka pasca-Perang Dunia. Di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, kegiatan bursa saat itu dioperasikan oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), yang merupakan gabungan dari bank-bank milik negara, swasta, dan para pialang.

Tanggal pembukaan kembali tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Pasar Modal Indonesia, menandai kebangkitan kembali sistem keuangan nasional yang sempat tertidur.

Hari Bersepeda Sedunia

Dirayakan setiap tanggal 3 Juni, Hari Bersepeda Sedunia tahun ini mengusung tema Cycling for a Sustainable Future. Hari Bersepeda Sedunia ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan para pengambil keputusan mengenai manfaat sepeda sebagai alat transportasi yang sederhana, terjangkau, andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peringatan ini didedikasikan untuk mengakui keunikan, daya tahan, dan kebermanfaatan sepeda, serta mendorong penggunaannya secara lebih luas demi kesehatan masyarakat, pembangunan sosial, serta perlindungan lingkungan.

Sepeda dinilai mampu mendukung mobilitas inklusif bahkan bagi masyarakat dengan akses terbatas terhadap alat transportasi bermotor.

Hari Sepeda Sedunia bermula dari inisiatif Profesor Leszek Sibilski asal Amerika Serikat bersama mahasiswa sosiologinya, yang pada tahun 2015 memulai kampanye global untuk mendorong resolusi PBB tentang pentingnya sepeda.

Dukungan luas dari komunitas internasional, termasuk Turkmenistan dan lebih dari 50 negara lainnya, akhirnya membuahkan hasil dengan disahkannya resolusi oleh Majelis Umum PBB pada 12 April 2018, yang menetapkan 3 Juni sebagai Hari Sepeda Sedunia.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Edusains
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Indyra Yasmin