Menuju konten utama

Tanggal 21 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Peringatan Reformasi

Tanggal 21 Mei diperingati sebagai Hari Reformasi di Indonesia, menandai mundurnya Soeharto dan awal era demokrasi.

Tanggal 21 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Peringatan Reformasi
FOTO ARSIP: Mahasiswa meluber hingga ke kubah Grahasabha Paripurna ketika menggelar unjuk rasa yang menuntut reformasi menyeluruh, Selasa (19/5/1998). FOTO ARSIP ANTARA FOTO/Saptono/RF02/ss/hp/asf.

tirto.id - Di Indonesia, setiap tanggal 21 Mei diperingati sebagai Hari Reformasi Nasional. Penetapan tanggal 21 Mei ini ditandai dengan runtuhnya rezim Orde Baru yang telah berkuasa selama 32 tahun lamanya.

Hari Reformasi Nasional ditetapkan tanggal 21 Mei karena bertepatan dengan pernyataan mundur Presiden Soeharto kala itu, 21 Mei 1998. Lengsernya presiden kedua Republik Indonesia itu setelah menjabat selama tiga puluh dua tahun itu dianggap sebagai awal reformasi di Indonesia.

Sejarah Hari Reformasi Nasional 21 Mei

Indonesia mengalami krisis moneter di tahun 1997 silam. Selama krisis terjadi, nilai tukar rupiah mencapai Rp15.000 per dolar AS. Ini menjadi kondisi terlemah rupiah saat itu.

Nilai tukar rupiah yang melemah berdampak pada semua aspek di masyarakat. Tidak adanya investor yang akan menanamkan modal di tanah air membuat lapangan pekerjaan baru tidak terbentuk. Belum lagi perusahaan-perusahaan yang terpaksa gulung tikar karena tidak mampu bertahan.

Tutupnya perusahaan tentu membuat para karyawannya harus rela di PHK. Semakin banyak yang menganggur, tentu pendapatan keluarga menjadi berkurang. Akibatnya daya beli pasar melemah.

Kemiskinan dan kelaparan kian bertambah. Belum lagi insiden penjarahan yang dilakukan oleh oknum-oknum di toko-toko dan rumah-rumah warga etnis Tionghoa. Kerusuhan terjadi di mana-mana.

Mahasiswa kemudian hadir untuk menyampaikan aspirasi mereka. Mereka bersatu dan menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI menuntut Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya.

Para mahasiswa menilai jika krisis di Indonesia saat itu karena pemerintahan yang Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), terutama Presiden Soeharto. Selama menjabat, Soeharto telah mendirikan kerajaan bisnis bagi putra-putrinya di segala bidang.

Para mahasiswa lalu menuntut adanya reformasi dalam pemerintahan Indonesia. Mereka meminta Presiden Soeharto untuk mundur dari kursi kepresidenan, meminta amandemen UUD 1945 sehingga Presiden tidak boleh lagi menjabat lebih dari dua periode. Selain itu, mahasiswa juga meminta penghapusan dwifungsi ABRI, pemberantasan praktik-praktik KKN, serta penegakan HAM.

Salah satu tuntutan mereka, mundurnya Soeharto terpenuhi pada 21 Mei 1998. Karena itu, setiap tanggal 21 Mei saat ini diperingati sebagai Hari Reformasi Nasional.

Cara Memperingati Hari Reformasi Nasional 21 Mei

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Reformasi Nasional saat ini adalah:

  • Membaca sejarah reformasi Indonesia.
  • Mengadakan diskusi terbuka mengenai makna reformasi Indonesia.
  • Mengadakan nonton bareng dokumentasi perjuangan reformasi Indonesia.
  • Membuat twibbon Hari Reformasi Nasional dan menyebarkannya di media sosial.
Meski tidak dijadikan sebagai hari libur nasional, Hari Reformasi Nasional tetap harus diperingati. Ini menjadi sarana refleksi dan pengingat perjuangan para mahasiswa yang telah menegakkan reformasi di Indonesia kala itu.

Baca juga artikel terkait REFORMASI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra