tirto.id - Curah hujan tinggi serta luapan air dari anak sungai Cipaganti menyebabkan longsor, jalan ambles, dan robohnya jembatan di pemukiman padat penduduk Gang Swadaya, Cihampelas, Kota Bandung.
Ketua RT 8 RW 2 Gang Swadaya III, Nadi (67), mengatakan longsor itu terjadi sebanyak dua kali. Longsor pertama terjadi pada Sabtu (29/11/2025) siang. Longsor Kembali terjadi pada hari selanjutnya, Minggu (30/11/2025). Tercatat ada tiga rumah yang kena dampak dari bencana tersebut.
"Sejak kemarin pemerintah juga sudah turun tangan, mudah-mudahan cepat ditangani. Tiga rumah yang parah, tapi tidak ada yang mengungsi," kata Nadi kepada Tirto di lokasi, Senin (1/12/2025).
Ia menceritakan detik-detik sebelum longsor. Pada Sabtu siang, sempat terdengar suara gemuruh seperti gempa. Sebelum pada akhirnya luapan air merobohkan kirmir (tanggul), jembatan, dan menyebabkan jalan ambles di sekitar rumah warga.
Hal serupa kembali terjadi pada Minggu kemarin. Ia memastikan tak ada korban. Baik korban jiwa maupun kerugian materiil. Pasalnya tanda-tanda longsor sudah nampak dan warga dapat mengantisipasi terlebih dahulu.
"Teu aya [tak ada] korban. Ini karena hujan besar dari hari Sabtu dan Minggu. Alhamdulillah sudah pernah diantisipasi, sudah diungsikan semuanya karena sudah agak bolong-bolong kirmir," jelas warga yang sudah menetap selama 25 tahun itu.
Jembatan sepanjang 4 meter, kata Nadi, ambruk pada Minggu malam. Akses penghubung antar RW itupun terputus hingga saat ini. Selama menetap di Cihampelas, ia menyebut kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun silam.
"Ini 2015 pernah [ambles], alhamdulillah tidak ada korban juga. Sama juga, tiga rumah terkena dampak. Jembatan juga roboh," ceritanya.
Melihat dari peristiwa itu, ia mengharapkan perhatian pemerintah. Wilayahnya dinilai rentan terhadap bencana longsor. "Sekarang ada retakan, ya, tentu bikin khawatir. Jadi khawatir sekarang, minta perhatian pemerintah saja," pintanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, membenarkan hujan deras serta luapan air Sungai Cipaganti sebabkan kirmir jebol di pemukiman Cihampelas, Minggu kemarin.
"Terdampak akses jalan warga RT 08 RW 02, luas panjang kurang lebih 7 meter tinggi 4 meter dan lebar 3 meter," sebut Didi saat dikonfirmasi wartawan, Senin.
Saat ini, lanjutnya, anggota yang berada di lokasi langsung melakukan asesmen. Ia menegaskan tak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Ia menambahkan, petugas dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Kota Bandung juga sedang membangun penahan tanah menggunakan karung. Dikhawatirkan jika tak diperbaiki, menurutnya luasan kirmir yang jebol dapat lebih parah.
"Mengimbau kepada warga sekitar agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan pada potensi bahaya dan kepada pemilik rumah yang dekat dengan kirmir jebol agar berhati-hati," tambahnya.
Penulis: Amad NZ
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































