tirto.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) melakukan kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam proses penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.
Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal, menuturkan pihaknya terus melaksanakan koordinasi secara intensif dengan seluruh pihak guna memastikan upaya penanganan di Tapanuli Utara berjalan secara lancar. Safrizal menyampaikan pihaknya telah membangun posko dan bersiaga langsung bersama jajaran Forkopimda Tapanuli Utara.
“Malam ini kami siapkan posko nasional di Taput, karena kami rencanakan menjadi pusat logistik udara,” kata Safrizal dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).
Safrizal menjelaskan bahwa tim lapangan dari Kemendagri menuju ke lokasi longsor pada Rabu (26/11/2025) malam.
Selain itu, pada keesokan hari sekitar pukul 10.00 WIB, BNPB telah menjadwalkan penerbangan menggunakan pesawat caravan untuk meninjau dan mengirim bantuan ke wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan seluruh daerah terdampak mendapatkan dukungan logistik yang memadai.
Selain itu, Safrizal juga menyampaikan bahwa helikopter logistik baru dapat mendarat sekitar pukul 16.00 WIB hari ini. Dengan demikian, pengangkutan logistik melalui helikopter baru dapat dilakukan pada Jumat (28/11/2025).
“Tim PU (Dinas Pekerjaan Umum) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) terus berupaya membuka jalan. Namun longsor [susulan] terus terjadi karena hujan,” ujarnya.
Bencana alam banjir dan longsor yang terjadi pada Senin (24/11/2025) telah menyebabkan delapan warga meninggal dunia dan puluhan rumah rusak. Upaya evakuasi telah dilakukan berbagai pihak hingga Selasa siang. Tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD, dan Satpol PP juga telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































