Menuju konten utama

Taiwan Tarik Peredaran Indomie Rasa Soto Banjar

Penarikan ini dilakukan setelah produk tersebut dinyatakan mengandung residu pestisida dan etilen oksida pada tingkat yang melebihi batas yang diizinkan.

Taiwan Tarik Peredaran Indomie Rasa Soto Banjar
Ilustrasi mie Instan. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Otoritas keamanan pangan Taiwan, Food and Drug Administration (FDA), secara resmi melarang peredaran dan memerintahkan penarikan satu batch produk mi instan merek Indomie rasa Soto Banjar Limau Kuit.

Penarikan ini dilakukan setelah produk tersebut dinyatakan mengandung residu pestisida dan etilen oksida pada tingkat yang melebihi batas yang diizinkan oleh standar keamanan pangan Taiwan.

FDA mengungkapkan, telah ditemukan pestisida etilen oksida dalam bungkus bubuk penyedap di Indomie rasa Soto Banjar Limau Kuit sebesar 0,1 mg/kg.

Sementara, menurut standar jumlah yang dapat ditoleransi untuk residu pestisida etilen oksida harus berada di bawah itu.

“Residu pestisida etilen oksida tidak boleh terdeteksi dan harus berada di bawah batas kuantitatif 0,1 mg/kg yang ditentukan dalam metode deteksi. Hal ini sesuai dengan Pasal 15 Undang-Undang Keamanan Pangan dan Sanitasi,” tulis keterangan FDA dikutip Jumat (12/9/2025).

Atas temuan zat berbahaya dalam kemasan Indomie ini, otoritas Taiwan akan mengambil langkah pemusnahan atau mengembalikan produk tersebut ke importir.

“Produk yang tidak sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen akan dikembalikan atau dimusnahkan sesuai dengan peraturan,” lanjut keterangan yang sama.

Sementara itu, otoritas keamanan pangan Hongkong, Centre for Food Safety (CFS), juga mengambil langkah antisipatif atas temuan pestisida di produk Indomie ini.

“Satu batch produk Indomie yang berasal dari Indonesia ditemukan mengandung residu pestisida, etilen oksida, pada tingkat yang tidak memenuhi standar Taiwan,” tulis pernyataan CFS.

Produk yang terdampak adalah Indomie rasa Soto Banjar dengan tanda "Baik digunakan sebelum: 19/03/2026".

Pihak berwenang telah mempublikasikan detail produk tersebut di situs web resmi mereka untuk memudahkan identifikasi oleh konsumen dan distributor.

CFS juga mengimbau konsumen yang telah membeli produk dengan batch tersebut untuk tidak mengonsumsinya dan segera membuangnya.

Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai distribusi produk terdampak di luar Taiwan masih dalam penyelidikan. CFS Hong Kong menyatakan sedang menelusuri apakah produk tersebut sempat diimpor ke wilayahnya dan berkoordinasi dengan otoritas terkait.

"CFS sedang menyelidiki apakah produk yang terdampak telah diimpor ke Hong Kong dan menghubungi otoritas terkait untuk informasi lebih lanjut. Perolehan produk melalui pembelian daring atau perjalanan internasional tidak dapat dikecualikan," lanjut penjelasan CFS.

Baca juga artikel terkait INDOMIE atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra