Menuju konten utama

Menilik Lonjakan Laba Agribisnis Indofood di Kuartal I/2025

Laba usaha segmen agribisnis mencatat lonjakan tertinggi, lebih dari dua kali lipat, menjadi Rp994,51 miliar.

Menilik Lonjakan Laba Agribisnis Indofood di Kuartal I/2025
ilustrasi penjualan produk saos indofood. tirto/andrey gromico

tirto.id - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan penjualan sebesar Rp31,56 triliun, tumbuh dari Rp30,79 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan kontribusi dari segmen Agribisnis yang menunjukkan pertumbuhan paling menonjol.

Penjualan dari segmen ini tercatat mencapai Rp4,79 triliun, melonjak 28,7 persen dibandingkan kuartal I-2024 yang hanya Rp3,73 triliun. Sebagai informasi, segmen penjualan ini meliputi kegiatan perkebunan kelapa sawit hingga produksi minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya. Padahal, mengutip laporan keuangan perusahaan, produksi tandan buah segar (TBS) dari Divisi Agribisnis umumnya mengalami peningkatan pada pertengahan semester kedua.

"Produksi tandan buah segar (TBS) Divisi Agribisnis cenderung meningkat pada pertengahan semester kedua yang disebabkan oleh pola curah hujan," demikian penjelasan dalam laporan keuangan INDF kuartal I 2025, dikutip Jumat (25/7/2025).

Meski demikian, segmen Konsumen Bermerek (Consumer Branded Product/CBP) tetap menjadi penyumbang terbesar penjualan dengan kontribusi Rp19,97 triliun. Hanya saja, angkanya sedikit menurun dibandingkan kuartal I-2024 yang mencapai Rp19,56 triliun.

Sebagai catatan, secara umum kelompok usaha INDF memang tidak mengalami lonjakan permintaan di periode-periode tertentu untuk produk-produk utamanya. Namun menjelang libur hari raya, permintaan terhadap Produk Konsumen Bermerek (Consumer Branded Products/CBP), khususnya sirup, cenderung meningkat.

Adapun segmen Bogasari yang bergerak di bidang produksi tepung dan pasta makanan, menyumbang penjualan Rp7,95 triliun. Capaian ini merosot dibandingkan dengan kuartal I-2024 yang sebesar Rp8,34 triliun.

Secara konsolidasi, laba periode berjalan perseroan pada kuartal pertama tahun ini adalah sebesar Rp3,86 triliun, lebih tinggi dari periode sebelumnya yang sebesar Rp3,77 triliun. Secara terperinci, laba sebelum pajak penghasilan tercatat naik menjadi Rp4,89 triliun dari Rp4,47 triliun pada periode sama tahun lalu, seiring dengan meningkatnya laba usaha yang sebesar Rp6,9 triliun, dari Rp6,4 triliun di tahun sebelumnya.

Laba usaha segmen agribisnis mencatat lonjakan tertinggi, lebih dari dua kali lipat, menjadi Rp994,51 miliar dari sebelumnya Rp469,44 miliar.

Sebaliknya, laba usaha dari segmen CBP juga susut menjadi Rp4,37 triliun dari Rp4,68 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan segmen Bogasari menyumbang laba usaha Rp629,48 miliar naik dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp525,46 miliar.

Baca juga artikel terkait INDOFOOD atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana