Menuju konten utama

Tahu Lokasi Pemimpin Iran Bersembunyi, Trump: Dia Target Mudah

Donald Trump mengaku mengetahui lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei bersembunyi.

Tahu Lokasi Pemimpin Iran Bersembunyi, Trump: Dia Target Mudah
Presiden AS Donald Trump memberikan pidato pada pengarahan pemulihan pasca Badai Helene di hanggar Bandara Regional Asheville di Fletcher, North Carolina, pada 24 Januari 2025. Trump mengatakan ia mungkin akan "menyingkirkan FEMA," jika dianggap perlu. Badan Penanggulangan Bencana Federal Badan Penanggulangan Bencana (FEMA) bertugas mengoordinasikan respons terhadap bencana. (Foto oleh Mandel NGAN / AFP)

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengaku mengetahui lokasi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei bersembunyi. Dalam sebuah unggahan di akun Truth Social, Trump mengancam Khamenei dengan mendesaknya untuk menyerah tanpa syarat.

“Kami tahu persis di mana yang disebut 'Pemimpin Tertinggi' itu bersembunyi,” tutur Trump dalam akun itu dikutip Reuters, Rabu (18/6/2025).

Trump mengatakan Khamenei merupakan target yang mudah. Namun, dia tidak akan membunuh Khamenei untuk saat ini, tetapi meminta pemimpin tertinggi Iran itu untuk menyerah tanpa syarat.

“Dia adalah target yang mudah, tetapi aman di sana, kami tidak akan menghabisinya! (membunuhnya), setidaknya tidak untuk saat ini. Tetapi kami tidak ingin rudal ditembakkan ke warga sipil, atau tentara Amerika. Kesabaran kami menipis,” ucap Trump.

Lalu, Trump menuliskan kalimat dengan huruf besar “MENYERAHLAH TANPA SYARAT”

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump berbicara dengan Perdana Menteri, Israel Benjamin Netanyahu, melalui sambungan telepon, Selasa, (17/6/2025) untuk mengonfirmasi laporan dari Axios.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dapat menghadapi nasib yang sama seperti Presiden Irak, Saddam Hussein, yang digulingkan dalam invasi yang dipimpin AS dan digantung pada 2006 setelah diadili.

Trump mengatakan dirinya berpeluang mengirimkan Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, atau Wakil Presiden, JD Vance, bertemu dengan pejabat Iran. Trump mengatakan bahwa kepergiannya lebih awal dari pertemuan puncak negara-negara Kelompok Tujuh di Kanada tidak ada hubungannya dengan upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Baca juga artikel terkait DONALD TRUMP

tirto.id - Flash News
Sumber: reuters
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama