Menuju konten utama

Survei Kemendikdasmen: MBG Tingkatkan Fokus Siswa di Kelas

Kemendikdasmen melakukan survei soal dampak MBG pada para siswa. Menurut survei itu, MBG meningkatkan fokus belajar siswa di kelas.

Survei Kemendikdasmen: MBG Tingkatkan Fokus Siswa di Kelas
Siswa menyantap makan bergizi gratis di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/1/2026). ANTARA FOTO/Yudi Manar/rwa.

tirto.id - Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis survei Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) yang menunjukkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpengaruh positif dalam mengurangi gangguan konsentrasi akibat rasa lapar dan peningkatan fokus belajar murid.

Survei 7KAIH digelar dalam tahap baseline (Mei–Juni 2025) hingga endline (November–Desember 2025) yang melibatkan 1.203.309 responden murid secara nasional. Tercatat, telah terjadi penurunan gangguan belajar akibat lapar lebih besar 2,37 poin persentase dibandingkan sekolah yang belum menerima.

Di wilayah Indonesia Timur, penurunan gangguan belajar akibat lapar pada sekolah penerima MBG bahkan tercatat 14,85 poin persentase lebih besar dibandingkan sekolah yang belum melaksanakan MBG.

Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Putri Utami, menyampaikan bahwa pemilihan responden dilakukan dengan pendekatan systematic sampling untuk memastikan hasil evaluasi yang mewakili kondisi sebenarnya.

“Sekolah pelaksana MBG kami pilih secara acak, dengan memastikan memiliki data awal dan akhir yang memadai. Setelah itu, kami padankan dengan sekolah yang belum melaksanakan MBG dengan jenjang, wilayah, dan jumlah murid yang relatif sama sehingga kondisi awal data hampir identik dan dapat dibandingkan,” kata Rusprita dalam keterangan pers, Kamis (19/2/2026).

Dalam keterangan yang sama, disebutkan bahwa capaian MBG tersebut mengisyaratkan bahwa proses intervensi gizi melalui program pemerintah telah memenuhi kebutuhan dasar murid. Hal itu juga memperkuat kesiapan dalam mengikuti pembelajaran.

“Pendekatan ini memperkuat validitas hasil sekaligus memastikan setiap rekomendasi kebijakan benar-benar berbasis data,” kata Rusprita.

Dalam sejumlah wawancara yang dilakukan oleh Kemendikdasmen muncul pengakuan dari sivitas akademika sekolah yang menyebut program MBG membangkitkan semangat belajar para peserta didik.

Kepala SD Negeri 24 Rufei di Kota Sorong, Sientje Martentji Ajomi, mengamati bahwa kehadiran program ini memberikan energi positif bagi para murid.

"Kami melihat perubahan besar dalam semangat belajar mereka. Anak-anak lebih fokus di kelas, lebih aktif bertanya, dan lebih ceria sepanjang hari. Harapan kami, program ini terus berlanjut guna melengkapi asupan gizi mereka," kata Ajomi.

Baca juga artikel terkait MBG atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Dipna Videlia Putsanra