Menuju konten utama

Mendag Bantah Harga Daging Ayam Naik Gegara MBG

Menurut Mendag, MBG justru membuat harga daging ayam cenderung stabil.

Mendag Bantah Harga Daging Ayam Naik Gegara MBG
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan paparan saat peluncuran program Rasa Rempah Indonesia (S'RASA) di Sarinah, Jakarta, Kamis (28/8/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah bahwa lonjakan harga daging ayam merupakan imbas dari program makan bergizi gratis (MBG). Ia menegaskan, sejak program Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan, harga daging ayam justru stabil.

Menurut Budi, sebelum adanya MBG, harga daging ayam cenderung naik turun karena permintaan yang juga fluktuatif.

"Dulu harga naik turun karena permintaannya naik turun, ya. Permintaan naik turun, harga menjadi naik turun," ucapnya di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Ia menyatakan, setelah MBG berjalan, permintaan daging ayam terus meningkat. Hal ini seiring dengan menu program MBG yang kerap menggunakan daging ayam.

Karena itu, Budi mengeklaim harga daging ayam justru cenderung stabil seiring meningkatnya permintaan untuk kebutuhan MBG. Ia pun membantah adanya kenaikan harga komoditas pangan secara umum akibat program tersebut.

"Sekarang ketika permintaan itu grafiknya begini, ada kepastian, justru produksi, produksi itu ngikutin ya, linear, mengikuti permintaan, sehingga harga malah cenderung stabil," tuturnya.

"Ya itu hampir semua [komoditas pangan]. Coba teman-teman lihat, apakah banyak terus tiba-tiba harga melonjak karena MBG? Kan enggak ada. Semua harga kan bagus juga," lanjut Budi.

Ia menjelaskan, harga daging ayam hanya naik tipis di atas harga eceran tertinggi (HET). Saat ini, rata-rata harga daging ayam berada di level Rp40.200 per kilogram, sementara HET daging ayam ditetapkan Rp40.000 per kilogram.

Budi menambahkan, meski terdapat kenaikan harga yang dinilai tipis, pasokan daging ayam tetap tersedia. Kementerian Perdagangan akan menjaga pasokan daging ayam menjelang bulan Ramadan hingga Lebaran 2026.

"Semua sebenarnya pasokan tercukupi, ya. Biasanya kan memang kalau mendekati Lebaran itu permintaan menjadi meningkat, tapi kita minta diantisipasi. Ya, meskipun Lebaran atau Nataru, pasokan harus terjaga. Jadi, ketika permintaan melonjak, ya tetap harus harga stabil," urainya.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana