tirto.id - Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said, menyatakan persoalan mafia Migas sudah sejak ada di zamannya menjabat. Dia bahkan telah banyak berupaya untuk melakukan pemberantasan saat itu, meskipun tak berhasil dilakukan
Sudirman Said mengemukakan, hambatan yang ditemukan dalam membereskan tata kelola Migas memang berkaitan dengan political will atau kemauan politik pemerintah.
"Dua kali saya mendapat tugas dari negara untuk berbenah sektor energi, yang pertama kali pada waktu saya di Pertamina, yang kedua ketika Menteri ESDM, dan dua-duanya mengalami hambatan karena memang aspek ini berkaitan sama political will," ungkap Sudirman Said di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Senin (19/1/2026).
Dia menuturkan, dirinya tentu melihat hal berbeda dari pemerintahan saat ini. Sehingga, kasus dugaan korupsi terkait Migas ditangani oleh Kejaksaan Agung sampai saat ini.
"Nah kita berharap pemerintah sekarang itu betul-betul memiliki political will yang kuat, sehingga hal-hal seperti ini bisa dituntaskan. (Dan) kita menaruh harapan kepada Presiden Pak Prabowo dan juga seluruh aparat penegak hukum," ujar dia.
Diketahui, penyidik Kejaksaan Agung memeriksa selama tujuh jam kepada mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi Pertamina Energy Trading Limited (Petral).
"Jadi saya diundang oleh Kejaksaan, ini kehadiran yang kedua kali, untuk memberi keterangan mengenai apa-apa yang saya lakukan, saya alami, dan saya lihat untuk dua tugas yang saya pernah jalankan," ucap Sudirman Said di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Menurut Sudirman, dirinya diperiksa tidak hanya dalam kapasitas sebagai mantan Menteri ESDM, melainkan juga Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina periode 2008-2009.
Dia menerangkan, kepada penyidik sudah disampaikan bahwa saat dirinya menjabat di Pertamina sudah sempat berupaya membereskan mengenai supply chain. Dia juga mengaku sempat berbenah di sektor energi saat menjabat Menteri ESDM.
"Yang publik mengenalnya sebagai membenahi masalah-masalah dengan mafia migas, kira-kira begitu ya. Tapi dua kali pula saya mengalami hambatan. Karena pada waktu ISC, unitnya sedang berjalan, kemudian terjadi pergantian Direksi Pertamina dan unit itu dilumpuhkan," ungkap dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































