Menuju konten utama

Info Status Gunung Merapi Jogja Hari Ini 30 September 2025

Gunung Merapi Jogja hari ini, Selasa, 30 September 2025 berada di level III atau siaga. Simak info aktivitas Merapi & rekomendasi dari otoritas terkait.

Info Status Gunung Merapi Jogja Hari Ini 30 September 2025
Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/YU

tirto.id - Info status Gunung Merapi Jogja hari ini, Selasa, 30 September 2025, masih berada di level III atau siaga. Pada level tersebut, aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava hingga 2000 meter hingga erupsi efusif.

Seturut laman MAGMA Indonesia yang dikelola Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, pengamatan visual Gunung Merapi per hari Selasa (30/9) periode 00:00 - 06:00 WIB, terlihat jelas hingga tertutup kabut.

Sementara itu, cuaca di sekitar gunung berawan hingga mendung dan angin tenang ke arah barat. Secara geografis, Gunung Merapi berada di Kab/Kota Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan ketinggian 2968 mdpl.

Info Status Gunung Merapi Jogja Hari Ini Selasa 30 September 2025

Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, status Gunung Merapi Jogja pada hari ini berada di Level III atau Siaga. Status siaga tersebut dikeluarkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada November 2020. Hingga kini (30/9) aktivitas Gunung Merapi belum ada perubahan status.

Melihat aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif, Balai Taman Nasional (BTN) Gunung Merapi kembali menerbitkan surat pengumuman Nomor: PG.39/T.36/TU/HMS.2.0/8/2025 tertanggal 20 Agustus 2025.

Salah satu poin penting yang ada dalam pengumuman tersebut berupa penutupan jalur pendakian Gunung Merapi hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Masih dari laman MAGMA Indonesia, aktivitas vulkanik di Gunung Merapi pada hari ini juga membuat wilayah sekitaran gunung mengalami 18 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-20 mm dan lama gempa 57.58-171.41 detik.

Kemudian, terjadi 23 kali gempa Hybrid dengan amplitudo 19 mm, S-P 0.3-0.7 detik dan lama gempa 8.74-54.83 detik. MAGMA Indonesia juga mencatat adanya 1 kali gempa tektonik jauh.

Selain itu, teramati 7 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter. Sementara itu, suhu udara sekitar 17.4-20.4 derajat celsius dengan kelembaban 93.1-98.8%. Tekanan udara 873.5-917.3 mmHg.

Akibat aktivitas tersebut, menimbulkan potensi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Potensi bahaya ini juga mengancam sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” tulis keterangan MAGMA Indonesia, dikutip Selasa (30/9).

Rekomendasi bagi Masyarakat Sekitar Gunung Merapi Jogja

Secara umum, status siaga diberikan pada gunung api yang mengalami letusan atau menimbulkan bencana, seperti peningkatan intensif pada aktivitas seismik.

Pada level ini, otoritas terkait akan melakukan sosialisasi pada wilayah yang terancam, menyiapkan sarana darurat, melakukan koordinasi harian, hingga piket penuh.

Berikut daftar rekomendasi yang dikeluarkan oleh MAGMA Indonesia:

  • Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
  • Masyarakat diimbau mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
  • Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
  • Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Pembaca dapat mengakses info lebih lanjut tentang status gunung api melalui tautan di bawah ini:

Artikel tentang Status Gunung Api

Baca juga artikel terkait ERUPSI MERAPI atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo