Menuju konten utama

Speaker GBK Viral karena Desahan, Ini Respons Manajemen

Suara desahan wanita dari speaker GBK viral di media sosial. Manajemen GBK beri klarifikasi, ini penjelasannya.

Speaker GBK Viral karena Desahan, Ini Respons Manajemen
Suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3/2025). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Speaker di area Gelora Bung Karno (GBK) beberapa waktu lalu memperdengarkan sebuah rekaman suara yang mirip desahan. Tentu hal ini menarik beberapa orang yang sedang berolahraga di kawasan GBK. Rekaman speaker mengeluarkan suara desahan ini pun langsung menjadi pembicaraan warganet.

Akhir pekan kemarin, beberapa orang yang sedang berolahraga atau hanya sekedar ingin bersantai di GBK dibuat terheran-heran dengan suara mirip desahan yang terdengar lewat pengeras suara di area GBK.

Akun @lambe_turah pun mengunggah video dari netizen yang memperlihatkan speaker GBK saat sedang menyuarakan suara desahan wanita.

Respons Manajemen GBK Terkait Speaker “Desah”

Melihat banyak netizen ramai meminta penjelasan terkait suara desahan tersebut, manajemen GBK pun langsung melakukan penyelidikan. Mereka kemudian membuat pernyataan resmi yang menjelaskan hal itu.

Manajemen menyebut suara tersebut berasal dari playlist bebas hak cipta yang terputar karena kelalaian petugas.

“Manajemen PPKGBK menyampaikan permohonan maaf atas insiden suara tidak pantas yang sempat terdengar melalui pengeras suara di area publik GBK. Hasil evaluasi internal menyimpulkan bahwa kejadian ini berasal dari kelalaian petugas yang memutar salah satu playlist bebas hak cipta (no copyright) tanpa melakukan pengecekan menyeluruh.” tulis manajemen GBK lewat akun X, @love_gbk pada 13 Juli 2025.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, pihak manajemen pun melakukan beberapa langkah, sebagai berikut:

  1. Petugas telah diberikan teguran keras dan dalam evaluasi.
  2. Seluruh playlist audio telah di review ulang dan hanya playlist kurasi resmi yang diperbolehkan digunakan ke depan.
  3. Sistem pemutaran audio kini diperketat, hanya dapat diakses oleh personel terverifikasi.
  4. Prosedur pengawasan konten dan pelatihan kedisiplinan teknis juga diperbarui untuk mencegah kejadian serupa.
Tentu penjelasan dari GBK ini tak lantas membuat masyarakat puas. Menurut beberapa orang yang menanggapi unggahan tersebut, manajemen GBK hanya mengada-ada dalam memberi klarifikasi.

“'Playlist bebas hak cipta', diketawain sama anak2 videografer yg tiap hari explore lagu dan backsound copyright free utk kerjaan mereka. Copyright free music macam mana yg sound mesum macam itu?” ujar akun @t*****o.

“Sejak kapan Spotify ada iklan suara moaning? Paling juga podcast horor. Dan suara itu ga terdengar seperti suara mba Kunti min,” tulis akun @b****c.

GBK dikelola oleh Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK). PPKGBK berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg RI).

Dari laman resmi GBK ID, direktur utama yang menjabat saat ini adalah Rakhmadi A. Kusumo. Dalam menjalankan tugasnya, Rakhmadi dibantu oleh Mokhamad Rofik Anwar (Direktur Pembangunan Dan Pengembangan Usaha), Hendry Arisandi (Direktur Keuangan), dan Hadi Sulistia (Direktur Umum).

Baca juga artikel terkait GELORA BUNG KARNO atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra