Menuju konten utama

SPBU Vivo Perlahan Suplai Revvo 92

Per 23 November 2025, Vivo mulai kembali menjual produk bensin RON 92. Tahap awal ada 4 SPBU di Jakarta, Bandung, Bekasi, dan Tangerang yang menyediakan.

SPBU Vivo Perlahan Suplai Revvo 92
Pengemudi angkutan kota mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo saat peresmiannya di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/10/2017). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM) Vivo Energy Indonesia mengumumkan ketersediaan produk bensin dengan RON 92 di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mereka.

“Kabar gembira! Yang ditunggu sudah kembali! Kini, BBM Revvo 92 sudah tersedia kembali di SPBU Vivo secara bertahap mulai hari ini,” ungkap Vivo di akun Instagram resmi @spbuvivo, Minggu (23/11/2025).

Berdasar informasi dari tautan yang mereka sediakan, s.id/stokbbmvivo produk Revvo 92 baru tersedia di empat SPBU yang mereka kelola di seluruh daerah. Tepatnya ada di SPBU Hankam, Jakarta; Pasteur, Bandung; Margajaya, Bekasi; dan Bintaro S9, Tangerang.

BBM RON 92 dari semua SPBU swasta sempat mengalami kelangkaan sejak Agustus-Oktober 2025 lalu. Pada 1 November 2025, BP AKR mengumumkan mereka kembali menjual BP 92 seiring dengan penyesuaian harga yang mereka lakukan.

Vivo menyusul, sekitar 3 minggu kemudian. Sementara SPBU Shell Indonesia, masih belum terlihat menjual kembali produk selain BBM solar, per 23 November 2025.

Ketersediaan BBM RON 92 oleh Vivo seiring dengan terjadinya kesepakatan pembelian BBM dari Pertamina Patra Niaga dengan volume sekitar 100 ribu barel, dua pekan lalu.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan badan usaha pengelola SPBU Vivo mendekati kesepakatan untuk membeli bahan bakar minyak kala itu.

“Awalnya juga kan Vivo sudah minta 100 ribu barel. Harusnya, ini belum diputus, harusnya ya sama,” ujar Laode ketika ditemui di Jakarta, Jumat (7/11), mengutip Antara.

Di sisi lain, saat ini negosiasi dengan Shell masih berproses. Laode pun mengungkapkan akan bertemu dengan Shell untuk membahas soal kesepakatan BBM.

Pada Jumat (26/9), Pertamina Patra Niaga menjalin sebuah kesepakatan jual beli bahan bakar murni (base fuel) dengan PT Vivo Energy Indonesia (Vivo).

Dalam kesepakatan tersebut, termaktub persetujuan Vivo ihwal pembelian 40 ribu barel base fuel dari 100 ribu barel yang diimpor oleh Pertamina Patra Niaga.

Akan tetapi, dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (1/10), diungkapkan bahwa Vivo membatalkan kesepakatan tersebut karena temuan etanol sekitar 3,5 persen pada hasil uji lab base fuel.

Kemudian, pada Senin (6/10), Pertamina Patra Niaga mengatakan PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan PT Aneka Petroindo Raya (APR)-AKR Corporindo Tbk (pengelola SPBU bp) sepakat menindaklanjuti kerja sama impor bahan bakar minyak (BBM) ke pembicaraan yang lebih teknis.

Baca juga artikel terkait SPBU

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Penulis: Alfons Yoshio Hartanto
Editor: Dwi Aditya Putra