tirto.id - Salah satu tokoh pembangunan ekonomi Indonesia, The Ning King meninggal dunia pada Minggu, 2 November 2025. Simak profil pendiri Alam Sutera dan daftar berbagai bisnis yang dikembangkannya semasa hidup.
Kabar duka meninggalnya The Ning King disampaikan di akun Instagram Alam Sutera Realty @alam_sutera_realty pada Minggu (2/11). The Ning King meninggal dunia pada usia 94 tahun.
“Segenap Keluarga Besar Alam Sutera Group menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Kiranya damai dan terang Kasih Kristus senantiasa menyertai dan memberi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tulis akun tersebut.
Profil The Ning King Pendiri Alam Sutera
The Ning King, tokoh konglomerat asal Indonesia yang dikenal sebagai pendiri Argo Manunggal Group, tutup usia pada 2 November 2025. Ia lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 20 April 1931.
Sosoknya dikenal sebagai pengusaha yang membangun kerajaan bisnis yang kini menjadi salah satu grup usaha terbesar di Indonesia. Perjalanan bisnis The Ning King dimulai pada tahun 1949, ketika ia mengambil alih dan mengembangkan usaha tekstil milik ayahnya di Bandung.
Melihat potensi pasar yang luas, ia memindahkan kegiatan bisnis ke Jakarta dan mulai membangun pabrik tekstil pertamanya pada 1966. Pada 1977, ia mendirikan PT Argo Pantes Tbk (ARGO), perusahaan tekstil yang kemudian menjadi salah satu produsen kain terbesar di Indonesia.
Kesuksesan Argo Pantes semakin diakui setelah menjadi perusahaan tekstil pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Januari 1991, sebuah pencapaian yang menandai lahirnya Argo Manunggal Group.
The Ning King memperluas cakupan perusahaannya hingga ke sektor pertambangan, energi, konstruksi, properti, kawasan industri, hingga agrikultural.
Melalui strategi bisnis yang matang, The Ning King memperluas kiprahnya ke berbagai sektor industri. Di bawah payung Industrial by Argo Manunggal (IAM), ia mendirikan perusahaan-perusahaan manufaktur seperti PT Cakra Steel (Cakrasteel), produsen baja ringan dan material konstruksi nasional.
Di sektor tekstil modern, ia membentuk Lifestyle by Argo Manunggal Group, yang menaungi Argo Pantes dan PT Argo Manunggal Triasta. Di bidang properti, The Ning King mencatat tonggak sejarah dengan mendirikan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) pada tahun 1993.
Berdasarkan laporan tahunan 2022, ia tercatat sebagai pemegang saham utama dan pengendali perseroan melalui PT Tangerang Fajar Industrial Estate, PT Manunggal Prime Development, dan PT Argo Manunggal Land Development.
Pengembangan proyek perdananya dimulai pada 1994, ketika kawasan Alam Sutera di Serpong, Tangerang resmi diluncurkan di atas lahan seluas 800 hektar. Peluncuran perdana kawasan hunian tersebut mencatat rekor penjualan lebih dari 1.100 unit hanya dalam dua minggu.
Seiring waktu, Alam Sutera berkembang menjadi kawasan terpadu yang modern, dengan lebih dari 37 klaster perumahan, apartemen, pusat komersial, serta fasilitas pendidikan dan rekreasi.
Keberhasilan Alam Sutera Realty tidak berhenti di sana. Di bawah kepemimpinan dan visi The Ning King, perusahaan tersebut resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2007.
Keluarga The Ning King kemudian mempercayakan kepemimpinan dan pengembangan Alam Sutera kepada menantunya, Harjanto Tirtohadiguno yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama Alam Sutera Realty sejak 2015.
Di bawah kepemimpinannya, perusahaan terus berekspansi dengan meluncurkan proyek kawasan mandiri Suvarna Sutera di Tangerang seluas 2.600 hektare, serta mengelola sejumlah aset komersial besar seperti Mall Alam Sutera, Flavor Bliss, dan berbagai gedung perkantoran.
Keluarga besar Argo Manunggal Group juga sebelumnya mengendalikan PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), perusahaan yang membawahi proyek-proyek logistik besar seperti Intirub Halim Business Park (IBP), Unilever West Distribution Center, Li & Fung Logistics D, dan Cibatu Warehouse, yang baru-baru ini dijual kepada Astra International (ASII).
Putra The Ning King, Hungkang Sutedja, juga aktif dalam bisnis keluarga. Melalui Argo Manunggal Group, keluarga ini menjadi pemegang saham terbesar di PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), pengelola kawasan industri MM2100 yang bekerja sama dengan Marubeni Corporation dari Jepang.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id




























