Menuju konten utama

Profil Pakubuwana XIII: Riwayat Raja Surakarta Hingga Wafat

Pakubuwana XIII meninggal dunia dalam usia 77 tahun pada Minggu (2/11). Simak profil dan riwayat kepemimpinanya sebagai Raja Surakarta hingga wafat.

Profil Pakubuwana XIII: Riwayat Raja Surakarta Hingga Wafat
Susuhunan Pakubuwono XIII. wikimedia/Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Raja Keraton Surakarta, Sri Susuhunan Pakubuwana (PB) XIII Hangabehi, wafat setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Indriati, Solobaru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (2/11).

Melansir Antaranews, Sinuhun Pukubuwana XIII tutup usia sekitar pukul 07.40 WIB pagi dalam usia 77 tahun. Kabar meninggalnya Sinuhun telah dikonfirmasi oleh kerabat Keraton Surakarta Hadiningrat Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Eddy S Wirabhumi yang juga adik ipar raja.

“Iya, ada informasi barusan, ya di rumah sakit (meninggalnya),” ujarnya melalui pesan singkat yang dilansir dari Antara. Jenazah PB XIII rencananya akan dikebumikan pada Selasa (4/11) di kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Yogyakarta.

Pakubuwana XIII dikenal sebagai sosok raja yang melewati berbagai dinamika kepemimpinan hingga akhir hayatnya. Artikel ini akan membahas mengenai profil Pakubuwana XIII serta riwayat perjalanannya sebagai Raja Surakarta hingga wafat, simak selengkapnya di sini.

Profil Pakubuwana XIII

Sinuhun Pakubuwana XIII lahir di Surakarta pada 28 Juni 1948 dengan nama Gusti Raden Mas (GRM) Suryadi. Namun, karena kondisi kesehatannya yang menurun, namanya kemudian diubah menjadi menjadi Gusti Raden Mas (GRM) Partono atau yang lebih dikenal dengan Gusti Raden Mas Surya Pratana.

Sebagai putra sulung Pakubuwono XII dan KRAy. Pradapaningrum atau K.R. Ageng, ia berhak menyandang nama Hangabehi dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH). Sejak awal, dirinya telah dipersiapkan sebagai penerus takhta Keraton Surakarta.

Selama mengabdi di Kasunanan Surakarta, KGPH. Hangabehi pernah menduduki posisi sebagai Pangageng Museum Keraton serta sejumlah jabatan penting lainnya.

Pada tahun 1985, ia pernah dianugrahi Bintang Sri Kabadya I oleh Pakubuwana XII berkat jasanya dalam mengatasi kebakaran yang terjadi di Keraton Surakarta. Menariknya, di antara semua putra putri Pakubuwono XII, hanya dirinya yang pernah memperoleh gelar kehormatan tersebut.

Di luar lingkungan keraton, KGPH. Hangabehi pernah berkarier di Caltex Pacific Indonesia yang bertempat di Riau sebelum kemudian menetap di Jakarta. Atas dedikasinya, ia juga pernah memperoleh sejumlah penghargaan bergengsi dari dalam maupun luar negeri, termasuk gelar Doktor Kehormatan dari Global University (GULL) di Amerika Serikat.

Riwayat Pakubuwana XIII Raja Surakarta Hingga Wafat

Sosok Pakubuwana XIII dikenal sebagai raja Keraton Surakarta yang melewati berbagai dinamika kepemimpinan hingga akhir hayatnya. Gelar Pakubuwana XIII pada awalnya sempat menjadi perebutan putra raja setelah mangkatnya Pakubuwana XII.

Sebagian pihak menobatkan KGPH. Tejowulan sebagai raja yang juga merupakan putra dari Pakubuwana XII. Sementara itu, dalam rapat Forum Komunikasi Putra Putri (FKPP) Pakubuwana XII, menobatkan KGPH. Hangabehi sebagai Raja Surakarta pada 10 September 2004.

Konflik antara dua raja tersebut berlangsung selama hampir delapan tahun, yang berakhir pada tahun 2012. Polemik dualisme kepemimpinan di Kasunanan Surakarta berakhir dalam rekonsiliasi damai setelah KGPH. Tejowulan mengakui KGPH, Hangabehi sebagai pemegang sah gelar Pakubuwono XIII.

Sepanjang kepemimpinannya, Pakubuwana XIII aktif menjalankan peran penting sebagai Raja Kasunanan Surakarta, ia menjadi simbol dan pemimpin adat yang menjaga kelestarian budaya Jawa, khususnya wilayah Surakarta.

Selain aktif menyelenggarakan berbagai berbagai upacara adat besar serta pagelaran seni budaya. Ia juga turut meneruskan tradisi pemberian gelar kebangsawanan terhadap sejumlah tokoh yang memiliki dedikasi terhadap Keraton Surakarta dan Indonesia.

Pada peringatan Tingalan Dalem Jumenengan ke-18, yang digelar 27 Februari 2022, Pakubuwono XIII resmi menobatkan putranya, KGPH. Purbaya, sebagai putra mahkota Kasunanan Surakarta. Dalam penobatan tersebut, KGPH. Purbaya diberi gelar Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.

Setelah kurang lebih 21 tahun memimpin Keraton Surakarta, Sinuhun PB XIII meninggal dunia dalam usia 77 tahun pada Minggu (2/11). PB XIII meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Indriati, Solo.

Jenazah akan disemayamkan di Keraton Surakarta Hadiningrat dan dikebumikan pada hari Selasa (4/11) di kompleks Makam Raja-Raja Mataram, Imogiri, Yogyakarta.

Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Profil. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!

Kumpulan Artikel Profil

Baca juga artikel terkait PAKUBUWANA XIII atau tulisan lainnya dari Indyra Yasmin

tirto.id - Flash News
Penulis: Indyra Yasmin
Editor: Iswara N Raditya