Menuju konten utama

Kisah Auliya, Disabilitas Lulus Diklat Bela Negara demi Pesisir

Keterbatasan fisik tak menghentikan langkah Muhammad Auliya Ansori. Pemuda disabilitas asal Medan ini lulus diklat bela negara demi membangun pesisir.

Kisah Auliya, Disabilitas Lulus Diklat Bela Negara demi Pesisir
Muhammad Auliya Ansori, satu-satunya peserta penyandang disabilitas dalam Diklat SPPI, saat bercerita terkait pengalamannya mengikuti pendidikan bela negara usai upacara penutupan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026). Foto/Hanang
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Di antara 33.785 pemuda yang berdiri tegak dalam upacara penutupan Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Lanud Halim Perdanakusuma pada Jumat (31/7/2026), kehadiran Muhammad Auliya Ansori terasa berbeda. Pemuda asal Medan, Sumatera Utara ini mencatatkan diri sebagai satu-satunya peserta disabilitas di Pusat Bahasa Kodiklat AU yang berhasil menyelesaikan pelatihan fisik dan mental tersebut.

Lulus dari tempaan semi-militer selama 30 hari, alumni Manajemen Sumber Daya Perairan Universitas Sumatera Utara (USU) ini kini bersiap mengemban misi baru: diterjunkan langsung untuk memajukan ekonomi masyarakat pesisir di Kampung Nelayan Merah Putih.

Selama mengikuti Pendidikan Bela Negara yang berlangsung sekitar 30 hari, ia mengaku mendapatkan perlakuan yang humanis dari para pelatih dan pembina militer.

"Selama mengikuti kegiatan, saya selalu disesuaikan dengan kegiatan. Apabila saya menyanggupi, maka saya ikut. Apabila tidak, maka saya mengikuti arahan dari pelatih," ungkap Auliya kepada wartawan, Jumat.

Setelah lulus kuliah, Auliya mengambil formasi sebagai Penjamin Mutu di program Kampung Nelayan Merah Putih. Ia juga telah menyelesaikan pendidikan manajerial khusus formasinya selama kurang lebih 15 hari.

Auliya bertekad untuk berfokus pada penguatan daya saing produk kelautan.

"Jadi nantinya produk-produk yang memiliki nilai potensial dari suatu daerah Kampung Nelayan Merah Putih, maka bisa akan ditingkatkan ataupun didistribusikan lebih baik," tegas Auliya.

Mengerahkan Puluhan Ribu Tunas Bangsa ke Desa

Tri Budi Utomo

Sekjen Kemhan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo bersama Dirut Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota dan Dirut Agrinas Jaladri Kharisma Febriansyah memberikan keterangan pers usai upacara penutupan Diklat SPPI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026). foto/hanang

Auliya hanyalah satu dari puluhan ribu pemuda yang disiapkan pemerintah untuk mengawal perekonomian desa dan pesisir.

Secara keseluruhan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mencatat sebanyak 33.785 orang dari seluruh Indonesia telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan latihan ini.

Lulusan tersebut terdiri dari 28.626 orang untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan 5.159 orang untuk Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sekretaris Jenderal Kemhan RI, Letjen TNI Tri Budi Utomo, memastikan bahwa seluruh peserta telah siap ditempatkan untuk bekerja di KDKMP dan KNMP yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pendidikan yang telah dilalui peserta sejak 17 Juni hingga 31 Juli 2026 ini tidak hanya berfokus pada keterampilan tata kelola kelembagaan, tetapi juga pembentukan karakter.

"Pendidikan dan pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, integritas, disiplin, serta semangat bela negara," jelas Tri dalam amanat upacaranya, Jumat.

Para lulusan ini akan segera diterjunkan untuk mendukung Program Prioritas Presiden dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan mewujudkan pemerataan pembangunan.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, memaparkan bahwa 18.672 Koperasi Desa Merah Putih telah selesai dibangun, 3.558 sedang dikerjakan, dan 1.021 di antaranya sudah beroperasi per hari ini.

"Jadi teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kita deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa operasi," ujar Joao kepada wartawan, Jumat.

Tiga Formula Menghidupkan Pesisir Indonesia

Khusus untuk penugasan di Kampung Nelayan Merah Putih, para lulusan akan didampingi langsung oleh Agrinas Jaladri Nusantara bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) selama dua tahun ke depan.

Pada tahun ini, pemerintah menargetkan total pembangunan 1.369 titik Kampung Nelayan Merah Putih.

Direktur Utama Agrinas Jaladri, Kharisma Febriansyah, memaparkan bahwa para manajer di sektor nelayan ini akan menjalankan tiga opsi skema bisnis berdasarkan kondisi ekosistem saat mereka tiba di tempat penempatan.

"Apabila di situ sudah terjadi ekosistem yang sudah stabil, maka kita akan monitoring dan mengevaluasinya; tapi apabila di situ baru ada ekosistem yang tumbuh dan bisa dikembangkan, kita akan berusaha mendorong untuk perkembangannya; dan apabila di Kampung Nelayan yang baru dibangun belum ada ekosistem, maka kita akan menciptakan ekosistem usaha yang baru," jelas Kharisma kepada wartawan, Jumat.

Baca juga artikel terkait PELATIHAN BELA NEGARA atau tulisan lainnya dari Hanang Septioyudho

tirto.id - Flash News
Reporter: Hanang Septioyudho
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Siti Fatimah