Skutik Bongsor yang Makin Tersohor

Oleh: Suhendra - 27 April 2016
Dibaca Normal 3 menit
Skutik bongsor mulai mendominasi jalanan. Angka penjualannya melonjak tajam. Yamaha sukses menggilas Honda di segmen ini. Mereka beralih ke skutik bongsor ini karena beberapa alasan. Pertama, kenyamanan untuk aktivitas dalam dan luar kota. Kedua, keunggulan performance. Ketiga, bodi yang sporty. Saat ini, ada tiga pemain utama di pasar skutik bongsor Indonesia yakni Yamaha NMAX, Honda PCX, dan Suzuki Burgman 200.
tirto.id - Motor skuter otomatik (skutik) berbadan lebar alias “bongsor” mulai mengaspal di jalanan Indonesia sejak setahun terakhir. Ketika awal muncul, skutik bongsor ini terlihat aneh karena konsumen sudah terbiasa dengan skutik kurus yang bisa dengan lincah menjelajah jalanan yang macet.

Secara perlahan skutik bongsor ini berhasil mencuri perhatian konsumen. Di atas kertas, seharusnya penjualannya tak mulus karena lesunya perekonomian. Namun, kenyataan justru sebaliknya. Penjualan skutik bongsor ternyata meningkat, terutama NMAX. Di segmen ini, Yamaha berhasil mengungguli Honda. Sayangnya, keunggulan NMAX ini harus dibayar mahal dengan tergerusnya penjualan Yamaha Vixion.

Rela Menukar

Skutik bongsor telah mencuri perhatian konsumen. Mereka rela menukar motor skutik kurusnya dengan yang bongsor. Tak sedikit pula pemilik motor sport berpindah ke lain hati, seperti yang terekam di beberapa iklan situs jual beli online.

“Dijual New Vixion Desember tahun 2012 buat ganti NMAX”

“Edisi bosen gan mau ganti NMAX. Yamaha R15 sudah hampir full modif mau barter sama NMAX, kalau bisa yang sudah modif juga”

Hal senada disampaikan Sekjen Bandung NMAX Community Asep Heryana. Dari sekitar 800 anggota NMAX Community, tak sedikit yang sebelumnya memakai motor sport. Mereka beralih ke skutik bongsor ini karena beberapa alasan. Pertama, kenyamanan untuk aktivitas dalam dan luar kota. Kedua, keunggulan performance. Ketiga, bodi yang sporty.

“Kalau dipakai touring enggak capek, kecepatan bagus dan stabil, kalau soal harga relatif. Peformance lebih enak dari kompetitor, bodinya bagus. Orang bilang ini motor Ninja rasa matik. Kalau pakai motor sport capek,” kata Asep kepada tirto.id, Senin (25/4/2015)

Joko punya cerita yang kurang lebih sama. Pengemudi Go Jek asal Pamulang, Tangerang Selatan ini sudah memakai NMAX sejak 4 bulan lalu. Demi skutik bongsor, ia rela menukar motor sport Yamaha Vixion kesayangannya demi NMAX baru untuk sang istri.

“Intinya motor ini nyaman, dan sedikit lebih irit dari Vixion,” kata Joko.

Berdasarkan hasil survei Indeks Kebahagian Berkendara (IKB) yang dilakukan Otomotifnet, skutik NMAX masuk dalam daftar IKB 2016. Survei yang mencakup 3.086 orang pada periode Januari - 29 Februari 2016, mengupas soal aspek kualitas fisik kendaraan, aspek kondisi fisik jalan, dan perilaku pengendara lain.

Tiga Pemain

Saat ini, ada tiga pemain utama di pasar skutik bongsor Indonesia yakni Yamaha NMAX, Honda PCX, dan Suzuki Burgman 200. Yamaha NMAX pertama kali muncul di Indonesia awal 2015, dengan menggendong mesin 155 cc. Skutik besar ini dibanderol Rp27,4 juta dengan sistem pengereman ABS. Yamaha melabel motor ini sebagai motor Ultimate Sports.

Honda mengeluarkan New PCX 150 cc pada 2014 lalu. Harganya terpaut lebih mahal dari NMAX, konsumen harus merogoh Rp39,8 juta. Untuk PCX ini, Honda masih mengandalkan impor.

Sementara Suzuki menghadirkan Burgman yang mengusung mesin 200 cc. Namun, harganya jauh melampaui dua pesaing utamanya mencapai Rp54 juta. Karena itu, penjualan Burgman cukup seret hanya 56 unit untuk periode Januari hingga Maret 2016.

Di segmen ini, Yamaha berhasil unggul dengan selisih cukup signifikan. Yamaha tidak berpuas diri, dan kabarnya tengah menyiapkan kakak NMAX. Sayangnya, Yamaha masih merahasiakan skutik yang akan dibekali mesin 250 cc. Sementara itu pesaingnya, Honda juga dikabarkan sedang menyiapkan Forza 150 untuk melawan NMAX, setelah PCX tak mampu melawan kehebatan NMAX.

Anomali

Secara keseluruhan motor skutik berhasil merajai penjualan motor secara nasional. Perlahan tapi pasti, pangsa pasar skutik telah menumbangkan dominasi penjualan motor bebek konvensional (underbone). Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat dari seluruh penjualan sepeda motor di 2015 yang sebanyak 6.480.155 unit, sebanyak 4.877.725 unit atau 75 persennya merupakan penjualan skutik.

Penjualan skutik mengalami kenaikan di saat penjualan motor secara keseluruhan mengalami penurunan. Selama 2015, secara keseluruhan penjualan motor mengalami penurunan hingga 17,6 persen dari 7.867.195 unit di 2014. Sementara penjualan skutik mengalami kenaikan hingga 8,4 persen menjadi 5.324.992 unit. Dengan angka penjualan tersebut, pangsa pasar skutik di 2014 baru 67,33 persen dari total penjualan motor nasional.

Persentase penjualan skutik meningkat lagi pada tiga bulan pertama 2016. Dari total penjualan sepeda motor domestik dan ekspor tercatat 1.578.718 unit, kontribusi skutik terus merangsek makin membesar mencapai 77,3 persen. Sedangkan pasar motor bebek makin menciut hanya 11,29 persen. Kondisi tak jauh berbeda dengan segmen sport yang hanya 11,32 persen. Penjualan motor matik di awal tahun ini naik dalam rentang 12-20 persen.

Dari segmen skutik, tipe bongsor khususnya Yamaha NMAX mengalami peningkatan yang lebih fantastis. Skutik bongsor NMAX saat pertama kali diluncurkan Februari 2015, penjualannya hanya 1.916 unit, berselang dua bulan (April) nyaris tembus 2 kali lipat jadi 3.299 unit. Tak butuh waktu lama bagi NMAX memecahkan rekor penjualannya, pada Oktober tembus 15.199 unit. Hingga November 2015 NMAX sudah sampai ke tangan konsumen hingga 76.208 unit. Padahal Yamaha memasang target penjualan NMAX 2015 hanya 12.000 unit. Bandingkan dengan penjualan Honda PCX untuk periode Januari-November yang hanya 3.845 unit.

Penjualan NMAX terus melaju pesat, kembali memecahkan rekor-rekor baru. Pada Januari 2016, NMAX terjual 11.772 unit. NMAX memecahkan rekor penjualan terbaru di bulan berikutnya dengan capaian 13.999 unit, terakhir pada Maret menembus tekor kembali hingga 20.998 unit.

Total penjualan NMAX di pasar domestik Januari-Maret tembus 46.769 unit, sedangkan bila mencakup ekspor mencapai 57.849 unit. Selama 3 bulan di 2016, pangsa pasar NMAX mengambil 4,5 persen lebih total penjualan motor matik berbagai merek. Bandingkan dengan rivalnya, PCX yang harus berpuas terjual 1.220 pada periode yang sama. Rata-rata penjualan PCX setiap bulan hanya terjual hanya 400 unit saja.



Bumerang Yamaha

Sejak awal mengeluarkan NMAX, Yamaha berharap motor keluaran terbarunya bisa mengulang keberhasilan motor bergenre sport Yamaha Vixion yang sukses beberapa tahun terakhir. Mereka mengistilahkan NMAX sebagai motor matik (matik) Vixion.

“Penjualan Vixion sangat luar biasa untuk kelas motor sport, jadi kita harapkan penjualan NMAX juga seperti itu,” kata Direktur Pemasaran PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Sutarya dikutip dari Antara.

Yamaha ingin keberadaan NMAX bisa menyasar pengguna motor matik premium atau pengendara mobil yang ingin naik motor matik bernuasa sporty. Mereka ingin NMAX terus merangsek pasar motor lebih dalam lagi. Sayangnya, capaian gemilang NMAX, justru berbanding terbalik dan jadi bumerang bagi Yamaha Vixion yang selama ini penjualannya selalu kinclong.

Saat penjualan NMAX menanjak, justru penjualan Vixion turun cukup tajam. Terlihat pada penjualan Maret tahun ini, penjualan Vixion terjungkal dari 21.139 unit di Februari, jadi hanya 8.213 unit Maret 2016. Penjualan Maret juga masih jauh lebih buruk saat Vixion masih terjual 13.340 unit saat membuka awal tahun ini. Secara keseluruhan, penjualan motor sport berbagai merek juga turun 19 persen di Maret, tapi NMAX justru naik 50 persen di bulan yang sama.

Persaingan di pasar skutik bongsor memang tak bisa terlepas dari rival abadi antara Yamaha dan Honda. Tahun lalu Honda masih merajai 68 persen pangsa sepeda motor sedangkan Yamaha hanya 27,7 persen. Yamaha harus mulai sadar, produk terbarunya NMAX jangan sampai menjadi saudara muda yang membunuh kakaknya Vixion, di segmen sport. Bila ini terjadi maka upaya Yamaha menyalip Honda di pasar sepeda motor Tanah Air makin jauh dari harapan.

Baca juga artikel terkait SKUTIK atau tulisan menarik lainnya Suhendra
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Suhendra
Penulis: Suhendra
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight