Menuju konten utama

Singapura Evakuasi Warganya dari Arab Saudi Imbas Perang AS-Iran

Setiap penumpang-warga negara Singapura yang dievakuasi tidak dikenakan biaya apa pun.

Singapura Evakuasi Warganya dari Arab Saudi Imbas Perang AS-Iran
Kepulan asap membubung dari pelabuhan Jebel Ali setelah serangan Iran yang dilaporkan terjadi di Dubai pada 1 Maret 2026. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sejak 1989 dan musuh bebuyutan Barat, tewas dalam serangan pembuka dari serangan besar-besaran AS dan Israel, yang memicu gelombang serangan rudal balasan baru dari Teheran pada 1 Maret. (Foto oleh Fadel SENNA / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Singapura mengerahkan pesawat militer dari Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) untuk mengevakuasi warganya dari Arab Saudi imbas Perang Iran vs Amerika Serikat (AS). Pesawat akan berangkat pekan ini untuk melakukan evakuasi.

Saat ini, warga Singapura banyak yang terjebak di wilayah Teluk. Mereka tersebar di Bahrain, Yordania, Qatar, Kuwait, dan Arab Saudi. Di sisi lain, akses penerbangan dan keberangkatannya di berbagai negara tersebut sangat terbatas.

“Pemerintah Singapura akan mengerahkan pesawat RSAF A330 Multi-Role Tanker Transport (MRTT) untuk membantu keberangkatan warga Singapura dari Riyadh, Arab Saudi pada 10 Maret,” kata Kementerian Luar Negeri (MFA) dan Kementerian Pertahanan (MINDEF) pada Senin (9/3/2026), dikutip CNA.

“Penerbangan kedua dari Arab Saudi sedang direncanakan untuk tanggal 12 Maret.” tambahnya.

Pesawat A330 MRTT mampu menampung kurang lebih 200 penumpang. Setiap penumpang yang dievakuasi tidak dikenakan biaya apa pun. Operasionalnya penerbangan repatriasi ini memberikan layanan tanpa fasilitas tambahan dan diberikan makan sebanyak satu kali.

"Wilayah udara di Arab Saudi tetap terbuka selama periode ini dan izin diplomatik yang diperlukan telah diupayakan untuk pelaksanaan penerbangan repatriasi ini. MRTT akan menggunakan rute penerbangan yang dilalui pesawat sipil untuk memastikan keselamatan." kata MINDEF.

Warga Singapura yang ikut dalam evakuasi adalah mereka yang telah mendaftarkan minat. Kementerian Luar Negeri Singapura akan menghubungi mereka untuk mendapatkan informasi lanjut terkait proses evakuasi.

Penerbangan Repatriasi Sudah Berlangsung Pekan Sebelumnya

Pengiriman pesawat A330 MRTT untuk penerbangan repatriasi sudah dilakukan Singapura pada pekan lalu. Ada dua penerbangan yang menjemput warga dari Muscat, Oman.

Penerbangan ini melayani evakuasi warga Singapura dari Oman dan Uni Emirat Arab sekaligus. Pada kedua negara tersebut, sekitar 60 persen warga Singapura telah terdaftar secara elektronik dalam data Kementerian Luar Negeri setempat.

Dalam penerbangan repatriasi itu, sekitar 150 warga Singapura dan anggota keluarga mereka ikut serta di penjemputan pertama. Lalu, sebanyak 167 warga lainnya ikut pada penjemputan kedua.

"Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk membawa warga Singapura pulang," kata Menteri Negara Luar Negeri Singapura, Gan Siow Huang.

Dalam catatan Gan Siow Huang, saat ini belum banyak maskapai penerbangan komersial yang siap kembali beroperasi di Timur Tengah. Opsi menjalankan penerbangan repatriasi menjadi pilihan untuk menjemput warga Singapura.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Flash News
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama