Menuju konten utama

Dunia Bergejolak Efek Timur Tengah, Prabowo: RI Tidak Memihak

Prabowo berkata gerakan politik nonblok yang dipilih pemerintah sudah menjadikan bangsa Indonesia berjalan di jalur yang benar.

Dunia Bergejolak Efek Timur Tengah, Prabowo: RI Tidak Memihak
Presiden Prabowo Subianto (atas) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, setelah perang Rusia-Ukraina, kini dunia tengah diliputi ‘dinamika berbahaya’ akibat serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran. Secara geografis, jarak antara Indonesia dengan Iran memang cukup jauh, namun gejolak geopolitik membuat Indonesia sedikit banyak terdampak.

“Saya ingin menyampaikan, ini dunia kita penuh dengan dinamika berbahaya terutama kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari, ada perang di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena (dampak perang AS-Israel dan Iran). Walaupun kita berada jauh, apa yang terjadi di satu kawasan akan memengaruhi,” kata Prabowo, dalam Peresmian 218 Jembatan secara daring, Senin (9/3/2026).

Menurut Prabowo, gerakan nonblok yang dipilih pemerintah sudah menjadikan bangsa Indonesia berjalan di jalur yang benar. Dengan kebijakan politik luar negeri bebas aktif yang menghormati semua negara, bangsa, ras dan etnis, menjadikan Indonesia bisa menikmati kedamaian.

“Bangsa kita berada di jalur yang sudah benar, di jalur tidak memihak, nonblok. Kita menghormati semua negara, itulah Indonesia. Bhineka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga keluar negeri kita menghormati semua bangsa, semua ras, semua kelompok etnis. Inilah yang membuat Indonesia menikmati kondisi yang damai,” jelas Prabowo.

Dengan kebijakan nonblok pula dinilai seluruh etnis yang hidup di Indonesia bisa hidup rukun. Bahkan, kerukunan masyarakat bisa membuat Indonesia mencapai tujuan-tujuan tertentu mewujudkan pembangunan 218 jembatan di daerah terdampak bencana dan juga daerah belum terkoneksi adalah salah satu contohnya.

“Kita bisa hidup, kita bisa rukun. Ratusan kelompok etnis, kalau ada saudara kita (kesulitan), seluruh bangsa turun, Sumut, Aceh, Sumbar, tapi juga di provinsi-provinsi lain di Kalsel, di Jawa, di berbagai tempat. Kita mampu dengan kekuatan-kekuatan kita bertindak dan bergerak cepat, hari ini meresmikan 218 jembatan,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama