tirto.id - Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Komplek Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/5/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Siap memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, Presiden diantar oleh mobil dinas “Maung” dari kediamannya yang berada di Widya Chandra, Jakarta Selatan.
Berdasarkan pantauan Tirto, Prabowo tiba dengan menggunakan setelan jas lengkap berwarna abu-abu gelap dengan dilengkapi kopiah hitam.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, lengkap dengan kebaya modern warna abu-abu terang menyambut Prabowo yang datang di Gedung Kura-Kura. Selain Puan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang telah datang lebih awal juga nampak menyambut Presiden.
Sementara itu, ini menjadi kali pertama KEM-PPKF dibacakan oleh Presiden langsung. Sebab, selama ini dalam Rapat Paripurna, KEM-PPKF selalu dibacakan oleh Menteri Keuangan.
Perlu diketahui, KEM-PPKF sendiri merupakan dokumen strategis ini menjadi landasan awal dan bahan pembicaraan pendahuluan antara pemerintah dan DPR dalam menyusun Nota Keuangan dan RAPBN 2027.
KEM-PPKF terdiri atas tiga bagian, Asumsi Ekonomi Makro yang berisi target indikator ekonomi penting seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah, dan harga komoditas; Arah Kebijakan Fiskal yang enjelaskan strategi pendapatan negara (pajak dan PNBP), belanja negara, serta pengelolaan pembiayaan atau utang; dan Fokus Pembangunan yang menyoroti prioritas program unggulan pemerintah dan kebijakan untuk merespons dinamika perekonomian nasional maupun global.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan KEM-PPKF yang dipaparkan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi momentum bagi Prabowo untuk menyatukan pandangan dan kekuatan seluruh pemangku kepentingan sebagai suatu bangsa. Dus, tugas untuk menjaga perekonomian bangsa dapat dilakukan dengan baik.
“Insyaallah (Bapak Presiden, red.) hadir. Kebetulan (Rabu, red.) tanggal 20, (bertepatan dengan) Hari Kebangkitan Nasional. Jadi, Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa, terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita,” ujar dia saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/5/2026).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































