tirto.id - Sholawat bangunin sahur sudah menjadi tradisi turun-temurun yang diwariskan para leluhur di Indonesia. Salah satu cara membangunkan orang untuk sahur yang cukup efektif adalah berkeliling bersama-sama sambil melantunkan selawat.
Umat Islam bisa mengumandangkan sholawat buat bangunin sahur sejak pukul 1 hingga 3 dini hari sambil berkeliling dengan iringan alat musik. Tradisi ini dapat mempererat ukhuwah sekaligus menambah semangat ibadah.
Adapun sahur hukumnya sunnah muakkad atau sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Kendati tidak wajib, sahur bisa memberikan manfaat tertentu dan menjadi pembeda antara puasa muslimin dengan umat non-Muslim.
2 Sholawat untuk Membangunkan Sahur

Dalam HR Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa sahur memiliki keberkahan tertentu. Untuk memperoleh keberkahan ini, muslimin dan muslimat sebaiknya sahur.
Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, masyarakat Indonesia dapat melantunkan lirik sholawat buat sahur. Selawat tidak hanya membuat suasana sahur lebih hidup, tetapi juga membawa keberkahan bagi yang mendengarkan dan melantunkannya.
Sholawat bangunin sahur ini mengandung doa, pujian kepada Nabi Muhammad SAW, serta motivasi untuk bangun beribadah. Berikut ini dua lirik lagu bangunin sahur versi sholawat:
1. Sholawat Tarhim
Shalawat Tarhim adalah salah satu sholawat bangunin sahur yang sering umat Islam dengar menjelang azan salat Subuh. Lantunan ini bukan hanya mengingatkan waktu sahur, tetapi juga mengajak muslimin dan muslimat untuk bersiap menjalankan salat Subuh.Sholawat sahur lirik ini berasal dari tradisi masyarakat Timur Tengah yang kemudian menyebar ke berbagai negara Islam, termasuk Indonesia. Di banyak masjid, terutama saat bulan Ramadan, sholawat buat bangunin sahur kerap dilantunkan melalui pengeras suara untuk membangunkan masyarakat.
Selain itu, sholawat buat sahur juga membawa ketenangan dan keberkahan bagi siapa saja yang mendengarkannya. Berikut ini lirik sholawat bangunin sahur yang bisa dilantunkan ketika Ramadan.
Lirik Sholawat Tarhim untuk Bangunin Sahur:
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَAsh-shalâtu was-salâmu ‘alâyk.
"Semoga rahmat dan keselamatan tercurahkan padamu."
يَاإمَامَ الْمُجَاهِدِيْنَ - يَارَسُوْلَ اللهْ
Yâ imâmal mujâhidîn yâ Rasûlallâh.
"Duhai pemimpin para pejuang, wahai Rasulullah."
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk.
"Semoga rahmat dan keselamatan tercurahkan padamu."
يَانَاصِرَ اْلهُدَى - يَا خَيْرَ خَلْقِ اللهْ
Yâ nâshiral hudâ yâ khayra khalqillâh.
"Duhai penuntun petunjuk ilahi, wahai makhluk yang terbaik."
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk.
"Semoga rahmat dan keselamatan tercurahkan padamu."
يَانَاصِرَ الْحَقِّ يَارَسُوْلَ اللهْ
Yâ nâshiral haqqi yâ Rasûlallâh.
"Duhai penolong kebenaran, wahai Rasulullah."
الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكَ
Ash-shalâtu was-salâmu ‘alâyk.
"Semoga rahmat dan keselamatan tercurahkan padamu."
يَامَنْ اَسْرَى بِكَ مُهَيْمِنُ لَيْلًا نِلْتَ - مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامْ
Yâ Man asrâ bikal muhayminu laylan nilta mâ nilta wal-anâmu niyâmu.
"Duhai yang memperjalankanmu di malam hari Dialah yang Maha Mengawasi."
نِلْتَ مَا نِلْتَ وَالأَنَامُ نِيَامُ
Nilta maa nilta wal-anaamu niyaamu
"Engkau memperoleh apa yang kau peroleh sementara semua manusia tidur."
وَتَقَدَّمْتَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّ كُلُّ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاَنْتَ الْإِمَامْ
Wa taqaddamta lish-shalâti fashallâ kulu man fis-samâi wa antal imâmu.
"Semua penghuni langit melakukan salat di belakangmu dan engkau menjadi imam."
وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman.
"Engkau diberangkatkan..."
وَاِلَى الْمُنْتَهَى رُفِعْتَ كَرِيْمًا وَ سَمِعْتَ نِدَاءً عَلَيْكَ السَّلَامْ
Wa ilal muntahâ rufi’ta karîman wa sai’tan nidâ ‘alaykas salâm.
"Ke Sidratul Muntaha karena kemuliaanmu dan engkau mendengar ucapan salam atasmu."
- يَا كَرِمَ الْأَخْلَاقْ - يَارَسُوْلَ اللهْ - صَلىَ اللهُ عَلَيْكَ - وَ عَلىَ عَلِكَ وَ اَصْحَابِكَ أجْمَعِيْنَ -
Yâ karîmal akhlâq yâ Rasûlallâh shallallâhu ‘alayka wa ‘alâ âlika wa ashhâbika ajma’în.
"Duhai yang paling mulia akhlaknya, duhai Rasulullah, semoga selawat selalu tercurahkan padamu, pada keluargamu, dan sahabatmu."
2. Sholawat Fatima

Sholawat Fatimah adalah salah satu sholawat buat bangunin sahur yang cukup populer di Indonesia. Selawat ini menjadi bentuk penghormatan kepada Sayyidah Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW.
Banyak umat Islam yang melantunkan sholawat buat sahur tersebut karena liriknya mudah dihafalkan dan iramanya khas. Di beberapa daerah, lirik lagu sholawat bangunin sahur dikumandangkan saat berkeliling kampung membangunkan warga untuk bersantap.
Selain sebagai pengingat sahur, membaca selawat ini juga membawa ketenangan dan keberkahan di bulan Ramadhan. Berikut lirik sholawat buat bangunin sahur lirik yang bisa dijadikan amalan saat membangunkan sahur.
Lirik Sholawat Fatima untuk Bangunin Sahur:
Sholu ‘ala Nabi MuhammadSiti, Siti Faitmah ya Allah
Zam-zam di Baitullah
Siti, Siti Fatima ya Allah
Binti ya Rasulullah
Siti, Siti Faitmah ya Allah
Zam-zam di Baitullah
Siti, Siti Fatima ya Allah
binti ya Rasulullah
Dari tadi kantong menyanyi ya Allah
Kantong menyanyi pas bangun sahur
Dari tadi kantong menyanyi ya Allah
Cukup sekian dan terima kasih
Dari tadi kantong menyanyi ya Allah
Kantong menyanyi pas bangun sahur
Dari tadi kantong menyanyi ya Allah
Cukup sekian dan terima kasih
Selamat berpisah para-para saudara
Sampai bertemu di lain waktu dan masa
Kami loro malam mengucapkan salam-salam manis untuk Anda
Selamat berpisah para-para saudara
Sampai bertemu di lain waktu dan masa
Kami loro malam mengucapkan salam-salam manis untuk Anda
Bila terdengar kata yang salah di dalam syair lagu kami mohon
Mohon maaf lahir dan batin
Bila terdengar kata yang salah di dalam syair lagu kami mohon
Mohon maaf lahir dan batin
Demikianlah dua sholawat bangunin sahur yang populer menjadi tradisi di Indonesia. Pada dasarnya, tradisi melantunkan sholawat buat bangunin sahur adalah aktivitas mulia yang menggabungkan seni, ibadah, dan kebersamaan.
Dengan sholawat buat sahur lirik yang syahdu atau riang, semangat menjalankan ibadah pun semakin terjaga. Adapun muslimin dan muslimat bisa mempertahankan tradisi warisan budaya tersebut.
Pastikan pula untuk membaca artikel terbaru mengenai sahur, puasa, dan ibadah Ramadan lainnya di sini.
Editor: Robiatul Kamelia & Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id





































