tirto.id - Kata-kata bangunin sahur teman yang lucu dapat menghibur sekaligus memotivasi sehingga mereka semangat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Selain itu, ucapan sahur lucu ini juga bisa mempererat hubungan pertemanan.
Sahur merupakan salah satu anjuran bagi umat Islam yang hendak berpuasa agar tubuhnya tetap sehat. Mengutip laman UM Surabaya, orang yang tidak sahur berpotensi mengalami hipoglikemia, yaitu kondisi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah normal.
Nabi Muhammad SAW biasa sahur sebelum melaksanakan salat Subuh dengan selisih waktu kisaran sama seperti membaca 50 ayat. Keterangan ini merujuk kepada kesaksian sahabat Rasulullah yang bernama Zaib bin Tsabit dalam Muttafaqun 'Alaih.
30 Kata-Kata Bangunin Sahur untuk Teman Lucu dan Menghibur
Muslimin maupun muslimat hendaknya saling mengingatkan agar tidak lupa bangun dan bersantap sahur saat dini hari. Kebiasaan bangunin sahur yang khas pada bulan Ramadan ini salah satunya ditujukan kepada teman.
Kata-kata sahur lucu untuk kawan dan sahabat dapat kita sampaikan dengan bahasa sehari-hari alias informal. Kendati bertujuan untuk memotivasi, umat Islam tetap bisa mengirimkan ucapannya dengan bahasa yang sederhana.
Berikut ini kata-kata bangunin sahur teman yang lucu dan menghibur.
- “Ubur-ubur ikan lele. Jangan lupa sahur, biar kuat puasa hari ini, lee.”
- “Puasa yang benar itu sahur sebelum azan dan berbuka setelah azan. Jangan kebalik, ya! Selamat sahur, kawanku!”
- “Sahurlah sebelum azan salat Subuh berbunyi. Supaya siang nanti, kamu tidak makan saat perutmu berbunyi.”
- "Selagi kamu sudah bangun, jangan lupa santap sahur."
- “Sahur memang bukan kewajiban. Tapi kalau kamu berbuka sebelum waktunya, jangan salahkan aku, teman?”
- “Definisi sejati pagi-pagi pasti happy adalah bersantap sahur sebelum puasa sepanjang hari. Selamat sahur, teman.”
- “Mau sahur lauknya daging atau sayur. Yang penting kita selalu bersyukur. Selamat berpuasa jiwa-jiwa yang mengharapkan keberkahan.”
- "Jika kamu hebat, segeralah bangun dan sahur sebelum ayam bernyanyi.”
- “Setelah baca ‘Nawaitu shauma ghodin’, jangan lupa sama ‘Ushallii fardash-Shubhi’, ya.”
- “Sahurlah teman, biar kamu bisa bedain mana azan Magrib sama azan Zuhur.”
- “Hatimu boleh saja kosong, perutmu jangan. Yuk kita sahur.”
- “Doa kurapal, nasi sepiring kumakan, air segelas kuhabiskan. Semoga puasa hari ini membawa kebaikan. Amin.”
- “Sahurlah, teman. Biar kamu nggak pura-pura lapar saat berbuka nanti.”
- “Ramadan enggak ibadah? Rugi dong! Puasa enggak sahur? Lemas, dong!”
- “Puasa tanpa sahur memanglah epic, tapi puasa dengan sahur tetap lebih baik. Semangat puasa!”
- “Sahur bukan karena kamu lemah, tetapi itu jalan agar puasamu lebih berkah. Selamat sahur, sahabat!”
- “Ayo kawan semua, waktu sahur datang. Saat azan berbunyi di seluruh penjuru kota, sudahi santap sahurnya.”
- “Kusambut pagi hari. Bersama sang surya pagi. Semoga lancar puasa hari ini. Jangan lupa untuk selalu berbagi.”
- “Sebaiknya-baiknya setelah sahur adalah Subuhan, bukan rebahan. Semangat puasa, kawan!”
- “Jangan lupa sahur, teman. Biar bukan cuma asam lambungmu yang naik, tetapi pahalamu juga.”
- "Santap sahur secukupnya, sudahi sahur pada waktunya. Pergi ke masjid jangan lupa."
- "Puasa yang benar diawali dengan sahur, bukan sarapan apalagi makan siang. Stay halal brother, selamat puasa."
- "Sahur adalah pondasi agar kita kuat mengarungi puasa seharian. Pondasi, Lur."
- "Sahur ada supaya kita terbiasa memulai puasa pada waktunya. Jadi, kita tak mengakhiri puasa di waktu yang kurang tepat juga. Seperti saat azan Zuhur misalnya. Stay halal brother, selamat berpuasa."
- “Bangun di pagi yang masih dini, ku pilih nasi sepiring ketimbang harus overthinking. Yuk sahur!”
- "Sahurlah sebelum semua lauk santapannya dihabiskan ibu dan bapakmu."
- "Jangan lupa makan sahur, ya! Aku yakin kamu tak akan kuat menahan gejolak keroncong perut siang nanti."
- "Bangunlah sahur wahai pengejar surga. Ini sudah waktunya sahur bagi para pejuang pahala dan kasih-Nya."
- "Meskipun hati kamu kosong, jangan biarkan perutmu juga kosong saat jam sahur tiba."
- "Ayo cepat bangun sahur. Jangan tunggu bapak dan ibumu konser dengan alat dapur untuk membangunkanmu."
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id






































