Menuju konten utama

Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Merosot Tajam

Harga minyak mentah dunia anjlok pada Kamis 25 Juni 2026 dipicu oleh normalnya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.

Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Merosot Tajam
Kapal di Selat Hormuz, terlihat dari Musandam, Oman, 24 Juni 2026. REUTERS/Stringer
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak mentah dunia kembali merosot penurunan pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Harga yang berlaku hari ini makin mendekati level sebelum pecahnya serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.

Penurunan tajam harga minyak dipicu oleh normalnya lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz. Kapal-kapal tanker yang sempat tertahan pun mulai kembali dapat berlayar, menyusul kesepakatan awal penghentian konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.

Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak.

Mengutip Reuters, harga kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus—yang menjadi acuan utama pasar global—turun 40 sen AS atau 0,54 persen menjadi 73,34 dolar AS per barel pada pukul 00.04 waktu setempat. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 27 sen AS atau 0,38 persen menjadi 70,07 dolar AS per barel.

Bahkan, kontrak Brent untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada harga yang lebih rendah dibandingkan kontrak pengiriman September yang berada di level 73,59 dolar AS per barel. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasokan minyak dalam jangka pendek dinilai cukup melimpah.

Analis IG, Tony Sycamore, dalam catatannya mengatakan bahwa kecepatan penurunan harga minyak telah mengejutkan banyak pelaku pasar. Menurut dia, pasar kini memperhitungkan kembalinya pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan sebagian besar pihak hanya dua pekan lalu.

“Kecepatan penurunan harga ini cukup mengejutkan banyak pihak karena pasar menilai pasokan minyak dari Timur Tengah akan kembali normal jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan yang berkembang dua minggu lalu,” ujar Sycamore.

Sementara itu, harga minyak Brent sendiri telah anjlok lebih dari 3 dolar AS pada perdagangan Rabu (24/5/2026) seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup melemah hampir 3 dolar AS.

Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright di sebuah forum pada Rabu mengatakan, arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kini hampir kembali ke tingkat normal seperti sebelum pecahnya perang dengan Iran. Sedikitnya 20 juta barel minyak telah melewati selat tersebut dalam 24 jam terakhir.

Meski begitu, menurutnya pemulihan aktivitas secara sepenuhnya masih membutuhkan waktu beberapa pekan karena jalur pelayaran di Selat Hormuz harus terlebih dahulu dibersihkan dari ranjau.

Kesepakatan awal yang dicapai pekan lalu untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran—yang dimulai pada 28 Februari—telah memungkinkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali beroperasi.

Kesepakatan tersebut membuka masa negosiasi selama 60 hari untuk membahas isu-isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran.

Kata Wright, aliran minyak melalui Selat Hormuz akan tetap berlangsung bahkan jika kesepakatan tersebut gagal dipertahankan. Pasalnya, Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk menutup jalur pelayaran strategis itu seperti yang sempat dikhawatirkan pasar.

Di sisi lain, Oman pada Rabu membuka jalur pelayaran sementara guna memperlancar keberangkatan kapal-kapal tanker dari Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi antara Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan otoritas Oman untuk mengatur pergerakan kapal di kawasan tersebut.

Pada hari yang sama, Perdana Menteri Qatar melakukan kunjungan ke Oman untuk membahas upaya memulai perundingan mengenai pengelolaan Selat Hormuz di masa depan. Pembicaraan itu direncanakan melibatkan Iran, Irak, serta negara-negara kawasan Teluk.

Baca juga artikel terkait KONFLIK GLOBAL atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah