Menuju konten utama

Prabowo Jelaskan Posisi RI di Konflik Global ke Media Prancis

Dalam wawancara eksklusif dengan media Prancis, The Atlantico, Prabowo menjelaskan Indonesia berposisi sebagai jembatan bagi pihak-pihak yang bertikai.

Prabowo Jelaskan Posisi RI di Konflik Global ke Media Prancis
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia sebagai mediator netral dalam merespons eskalasi konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah.

Di tengah ketegangan global, Prabowo memastikan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tetap berpijak pada prinsip non-blok yang berorientasi pada stabilitas kawasan dan dunia.

Dalam wawancara eksklusif dengan media Prancis, The Atlantico, Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia menempatkan dirinya sebagai jembatan bagi pihak-pihak yang bertikai.

"Sebagai negara non-blok, Indonesia menawarkan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik seorang mediator yang satu-satunya kepentingannya adalah perdamaian dan stabilitas. Kami telah menawarkan mediasi tidak hanya dalam konflik Israel-Amerika-Iran tetapi juga dalam konflik Rusia-Ukraina," ujar Prabowo dalam wawancara tersebut, dikutip Senin (8/6/2026).

Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia tidak bergerak sendirian dalam upaya diplomasi ini.

Jakarta terus membangun koordinasi dengan negara-negara yang memiliki kedekatan geografis maupun sejarah dengan situasi di Timur Tengah, termasuk menjajaki opsi diplomasi langsung ke Teheran.

"Terkait Iran secara khusus, kami berkoordinasi erat dengan pemerintah Pakistan, yang secara geografis lebih dekat dengan situasi tersebut. Perdana Menteri Pakistan sendiri telah mengusulkan untuk pergi ke Teheran bersama saya jika diperlukan," tambah Prabowo.

Selain diplomasi, Prabowo turut menyoroti pentingnya menjaga stabilitas di koridor maritim dunia.

Ia menegaskan bahwa konflik yang mengganggu navigasi, seperti di Selat Hormuz, adalah ancaman terhadap hukum internasional yang harus ditanggapi dengan serius.

Kendati begitu, ia menekankan untuk tetap mengedepankan solusi damai melalui diplomasi aktif.

"Kami percaya pada supremasi hukum internasional. Indonesia mencapai pengakuan sebagai negara kepulauan melalui Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS). Kebebasan navigasi adalah hak sakral yang diabadikan dalam Konvensi tersebut, dan kita harus menghormatinya dalam keadaan apa pun," tegas Prabowo.

Sebagai informasi, wawancara di atas dilakukan oleh Jean-Sebastien Ferjou, Direktur Pemberitaan The Atlantico, yang kemudian diterbitkan dalam artikel dengan judul, “Prabowo Subianto: Seni Menjaga Keseimbangan di Tengah Dunia yang Membara”.

The Atlantico adalah media yang juga dimiliki Lucian Despoiu, sosok konsultan komunikasi asal Rumania yang cukup dekat dengan Presiden Prabowo. Majalah Le Point menyebutkan bahwa Lucian sebagai salah satu perancang kesuksesan kampanye Prabowo dalam Pemilu Presiden 2024.

Baca juga artikel terkait KABINET PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto