Menuju konten utama

Prabowo soal Demokrasi RI Mundur: Saya Wawancara Tanpa Naskah

Prabowo menilai, persepsi negatif pemerintahannya yang muncul di media internasional sering kali didorong oleh informasi yang bias dan tidak akurat.

Prabowo soal Demokrasi RI Mundur: Saya Wawancara Tanpa Naskah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia yang bermakna penegasan nilai Pancasila relevan untuk menjaga keutuhan bangsa dan sebagai jawaban terciptanya perdamaian dunia. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nym.

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Republik Indonesia (RI) di bawah kepemimpinannya tetap berkomitmen pada nilai-nilai demokrasi dan keterbukaan publik.

Dalam wawancara eksklusif dengan media Prancis, The Atlantico, Prabowo merespons soal kritik kondisi demokrasi di Indonesia.

"Saya menerima keterlibatan dengan media. Saya mungkin presiden Indonesia pertama yang duduk untuk wawancara tanpa naskah selama empat jam—bukan sekali, tapi dua kali," ujar Prabowo dalam wawancara tersebut, dikutip Senin (8/6/2026).

Prabowo menilai, persepsi negatif pemerintahannya yang muncul di media internasional sering kali didorong oleh informasi yang bias dan tidak akurat mengenai situasi di lapangan.

"Beberapa kesalahan telah dibuat, saya percaya, oleh individu-individu yang tidak sejalan dengan saya, dan kesalahan-kesalahan itu telah berkontribusi membentuk persepsi yang tidak adil tentang Indonesia di bawah kepemimpinan saya," ungkapnya.

"Itu adalah tantangan yang harus saya atasi," tambah Prabowo.

Prabowo juga menanggapi pelibatan TNI-Polri dalam pemerintahannya lewat pembangunan infrastruktur maupun ketahanan pangan. Ia menilai, pelibatan TNI-Polri adalah upaya pemerintah memenuhi harapan publik yang ingin hasil cepat.

"Rakyat saya mengharapkan hasil, dan mereka menginginkannya dengan cepat," kata Prabowo.

"Itulah mengapa saya meminta Polisi dan Angkatan Bersenjata untuk membantu memberikan hasil itu: membangun kembali Sumatra setelah banjir, membangun jembatan, dan memastikan ketahanan pangan," tegasnya.

Prabowo menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia tetap menjadi sistem terbaik bagi negara, meskipun ia mengakui bahwa sistem tersebut tidak luput dari kekurangan.

Ia pun menegaskan rekam jejaknya dalam kontestasi politik sebagai bukti ketaatan pada proses demokrasi.

"Saya percaya pada demokrasi. Demokrasi itu tidak sempurna, tapi itu adalah sistem terbaik di antara semua alternatif yang tersedia. Itulah mengapa saya mengikuti proses demokrasi," terang Prabowo.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher