tirto.id - Jemaah haji yang tinggal di Hotel Al Asalah Al Bakiyah di Sektor 7 daerah Misfalah, Makkah, sempat mengeluhkan air hotel yang mati, Selasa (5/5/2026). Laporan ini langsung ditindaklanjuti dan dalam hitungan jam air sudah mengalir kembali.
Sekretaris Sektor 7 Misafalah, PPIH Arab Saudi 2026 Daker Makkah, Salamun Ali Muaz, mengatakan pihaknya mendapatkan laporan air di hoter tersebut mati sekitar pukul 02.00 dini hari.
Dalam hotel berkapasitas 1.754 orang tersebut, sudah ada tiga kloter jemaah, dua di antaranya adalah kloter 1 dan 2 Embarkasi Yogyakarta (YIA). Kloter 1 YIA ini adalah jemaah pertama yang tiba di Makkah pada 30 April 2026.
Mendapati laporan itu, kata Salamun, pihaknya langsung menghubungi tim pendukung PPIH untuk koordinasi dan meminta pengelola hotel segera mengatasi hal itu.
"Kami sudah menekankan ke seluruh anggota sektor, setiap ada masalah dari jemaah, wajib segera diatasi. Tidak boleh berlama-lama,” kata Salamun kepada Media Center Haji (MCH), Selasa (5/5/2026).
Berkat koordinasi dan komunikasi antara tim Sektor 7 dengan pengelola hotel, persoalan air di hotel 714 teratasi sebelum masuk waktu salat dhuhur.
Di sela-sela kegiatan visitasi dan edukasi (visduk) tim pembimbing ibadah (bimbad) PPIH Daker Makkah, para jemaah sempat melaporkan langsung perihal air yang mati itu kepada para petugas haji yang hadir.
Salamun mengatakan, sebelum jemaah datang, petugas sektor melakukan pemeriksaan detail satu per satu sarana di sebuah hotel. Bahkan, termasuk fasilitas di dalam kamar jamaah.
“Kami ada check list apa saja yang harus diperiksa. Kalau di hotel, kami cek tandon penampungan air. Juga genset. Kalau ada listrik padam, petugas tahu di mana letak genset," kata dia.
Salamun menambahkan, “Yang di kamar pun kami lihat. Mulai dari kasurnya, sprei. Yang di kamar mandi pun sama, sanitari dan kran-kran air kami cek semua."
Jika ada sarana yang tidak layak, lanjut dia, tim sektor akan menyatakan bahwa di situ tidak layak. Atas semua kendala akomodasi di lapangan, Salamun mengaku pihaknya selalu berkoordinasi dan komunikasi dengan kasi akomodasi Daker Makkah.
“Semua persoalan akomodasi akan dicatat dan menjadi bahan evaluasi," kata dia.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id































