Menuju konten utama

Mengenal "Salah Bantal", Benarkah Ketinggian Bikin Leher Sakit?

Bantal yang terlalu tinggi bisa bikin leher nyeri? Simak penjelasan tentang pengaruh salah bantal terhadap leher, cara mengatasi, dan tinggi bantal ideal.

Mengenal
Ilustrasi tidur. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebagian dari kita pasti pernah bangun tidur dengan leher yang terasa nyeri dan pegal, bahkan untuk menoleh pun terasa sakit dan kaku. Kita pun sering menyebut hal ini dengan istilah “salah bantal”. Namun, apa benar bantal yang salah bisa menyebabkan leher sakit?

Bantal sudah jadi barang wajib yang menemani kita tidur karena bisa memberikan kenyamanan dan membuat tidur lebih lelap. Akan tetapi, saat kita mengalami pegal-pegal di bagian leher setelah bangun, kita sering menuding bantal sebagai penyebabnya.

Dari sinilah akhirnya muncul istilah salah bantal, sebuah istilah umum untuk keluhan pada leher yang muncul setelah tidur. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan posisi tidur maupun penggunaan bantal yang kurang tepat atau tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Terkadang, kita memakai bantal yang terlalu tebal atau tinggi, kadang juga memakai bantal yang terlalu tipis, keras, atau kelewat empuk. Lantas, apakah bantal yang tidak sesuai memang bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti leher sakit?

Benarkah Bantal yang Terlalu Tinggi Menyebabkan Leher Nyeri?

Ilustrasi Sakit Leher

Ilustrasi Sakit Leher. foto/istockphoto

Situs Healthline menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan leher sakit saat bangun tidur. Selain posisi tidur yang salah, bantal juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Kepala dan leher bertumpu pada bantal selama berjam-jam setiap malam. Apabila bantal tidak memberikan dukungan dengan baik, termasuk bantal yang terlalu tinggi, maka akan terjadi peningkatan ketegangan pada otot leher yang berujung pada munculnya rasa nyeri.

Menggunakan bantal yang terlalu tinggi bisa membuat posisi kepala menjadi lebih terangkat saat tidur. Kondisi ini kemudian dapat memengaruhi posisi dan alignment atau keselarasan tulang belakang leher (cervical spine).

Hal ini dibuktikan dalam studi bertajuk The Effect of Different Pillow Heights on the Parameters of Cervicothoracic Spine Segments yang melibatkan 16 orang dewasa sehat.

Hasil studi membuktikan bahwa tinggi bantal memang memengaruhi posisi dan keselarasan tulang belakang leher saat tidur. Semakin tinggi bantal, semakin besar perubahan pada posisi leher dan tulang belakang.

Ilustrasi tidur ngiler

Ilustrasi tidur

Perubahan posisi inilah yang dapat memengaruhi distribusi tekanan pada area kepala dan leher. Hal ini didukung oleh penelitian tahun 2016 berjudul Effect of Pillow Height on the Biomechanics of the Head-Neck Complex: Investigation of the Cranio-Cervical Pressure and Cervical Spine Alignment.

Studi tersebut melibatkan 10 orang dewasa sehat dan menguji empat kondisi tinggi bantal, yaitu 11, 13, 15, dan 17 cm. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi bantal, tekanan pada area kepala dan leher cenderung meningkat.

Pada bantal setinggi 17 cm, tekanan rata-rata pada kepala sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan penggunaan bantal 11 cm. Tekanan pada area leher juga mengalami perubahan seiring dengan peningkatan tinggi bantal.

Selain tekanan, peningkatan tinggi bantal juga memengaruhi posisi tulang belakang leher. Temuan ini pun menunjukkan bahwa tinggi bantal dapat memengaruhi biomekanika kepala dan leher selama tidur.

Dengan kata lain, bantal yang terlalu tinggi berpotensi membuat leher berada pada posisi yang berbeda dari posisi netral. Akibatnya, keselarasan dan distribusi tekanan pada area kepala dan leher ikut berubah yang kemungkinan berkontribusi pada keluhan nyeri leher.

Berapa Ukuran Tinggi Bantal yang Ideal?

orang tidur

Ilustrasi orang tidur. Getty Images/iStockphoto

Bantal yang terlalu tinggi terbukti mengubah keselarasan tulang belakang leher dan distribusi tekanan pada leher dan kepala. Lalu, berapa ukuran tinggi bantal yang ideal agar tidak mengalami nyeri leher?

Sebenarnya tidak ada satu ukuran atau tinggi bantal yang bisa disebut ideal untuk semua orang. Pasalnya, kebutuhan bantal juga bisa berbeda pada setiap individu. Hal ini dipengaruhi oleh posisi tidur, bentuk dan ukuran tubuh, serta karakteristik kepala dan leher.

Hal ini sejalan dengan jurnal berjudul Ergonomic Consideration in Pillow Height Determinants and Evaluation. Penelitian tersebut meninjau berbagai studi mengenai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan tinggi bantal.

Peneliti mengidentifikasi beberapa parameter, termasuk keselarasan tulang belakang leher, dimensi tubuh, distribusi tekanan, hingga aktivitas otot.

Hasilnya, studi ini menyimpulkan bahwa belum ada bukti yang cukup kuat untuk menetapkan satu tinggi bantal yang paling optimal, baik untuk orang yang tidur telentang maupun menyamping.

Jadi, tinggi bantal tidak bisa ditetapkan dengan satu angka pasti, misalnya 10 cm atau 12 cm. Dua orang dengan posisi tidur yang sama belum tentu membutuhkan bantal dengan ukuran yang sama pula.

Oleh karena itu, ketimbang mencari tinggi bantal ideal, lebih baik memilih bantal yang mampu memberikan dukungan yang sesuai tanpa membuat kepala terlalu terangkat atau leher terlalu menekuk.

Jika setelah bangun tidur leher terasa kaku atau tidak nyaman secara berulang, maka tinggi, bentuk, atau tingkat kepadatan bantal dapat dievaluasi kembali.

Cara Mengatasi Nyeri Leher Akibat Salah Bantal

Ilustrasi Leher Pegel

Ilustrasi Leher Pegel. foto/istockphoto

Nyeri leher setelah bangun tidur membuat leher terasa kaku, pegal, atau sulit digerakkan. Jika keluhan ini memang disebabkan oleh posisi tidur atau penggunaan bantal yang tidak sesuai, ada beberapa cara sederhana untuk mengatasinya. Dikutip dari Healthline, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Kompres Dingin

Jika leher terasa nyeri setelah bangun tidur, coba kompres bagian yang sakit menggunakan es atau cold pack selama sekitar 20 menit. Kompres dingin dapat membantu mengurangi peradangan pada otot leher sehingga rasa nyeri dan tidak nyaman bisa berkurang.

2. Gunakan Kompres Hangat

Apabila rasa nyeri berlangsung selama satu hari atau lebih, kompres hangat bisa jadi pilihan untuk membantu meredakan keluhan. Tempelkan kompres hangat pada area leher yang sakit selama sekitar 20 menit untuk membuat otot lebih rileks dan mengurangi rasa kaku.

3. Lakukan Peregangan atau Gerakan Ringan

Jangan terlalu lama membiarkan leher tidak bergerak karena kurang bergerak dapat membuat otot semakin kaku. Cobalah tetap aktif dengan berjalan kaki atau melakukan latihan ringan, termasuk yoga. Lakukan secara perlahan dan hentikan jika gerakan justru memperburuk nyeri.

4. Pertimbangkan Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau paracetamol, dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri leher. Pastikan mengikuti aturan dosis pada kemasan dan memperhatikan kondisi kesehatan atau obat lain yang sedang dikonsumsi.

5. Periksa ke Dokter jika Nyeri Tidak Membaik

Nyeri leher ringan setelah bangun tidur umumnya bisa diatasi dengan perawatan mandiri di rumah. Namun, jika keluhan terus berlanjut, tidak membaik setelah perawatan mandiri, atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

6. Lakukan Penyesuaian Bantal

Jika nyeri leher disebabkan penggunaan bantal yang tidak sesuai, sebaiknya ganti bantal dengan yang baru. Bantal berbahan memory foam bisa dipilih karena mampu menyesuaikan bentuk kepala dan leher sehingga memberikan dukungan yang lebih baik.

Sebaliknya, hindari bantal yang terlalu keras atau terlalu tebal/tinggi karena dapat membuat otot leher berada dalam posisi menegang sepanjang malam.

Demikian informasi terkait salah bantal dan apakah bantal yang terlalu tinggi bisa menyebabkan leher menjadi nyeri. Tinggi dan desain bantal memang dapat memengaruhi kesehatan tubuh, terutama pada bagian kepala, leher, dan tulang belakang.

Oleh karena itu, pilih bantal yang sesuai dengan posisi tidur dan karakteristik tubuh agar kepala dan leher tetap mendapatkan dukungan yang nyaman.

Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani