Menuju konten utama

Ryamizard Ryacudu di Mata Para Tokoh TNI

Gatot Nurmantyo hingga Dudung Abdurachman melayat ke rumah duka Ryamizard. Mereka mengenang mantan Menhan tersebut sebagai sosok berjasa besar bagi TNI.

Ryamizard Ryacudu di Mata Para Tokoh TNI
Sejumlah keluarga dan kerabat melayat ke rumah duka Jend TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Puri Wira Bhakti, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026). Mantan KSAD dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu wafat pada usia 76 tahun, dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Senin (1/6/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepergian mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, meninggalkan kesan mendalam bagi para petinggi TNI. Sejumlah tokoh militer mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin visioner yang berperan besar dalam pembinaan prajurit, pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat, hingga pendekatan kemanusiaan dalam operasi militer.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menilai Ryamizard sebagai pemimpin yang mampu mewujudkan berbagai gagasan yang pada masanya dianggap sulit dicapai.

Gatot mengenang salah satu keputusan penting Ryamizard saat mendorong pembangunan akses jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Aceh pascatsunami 2004. Menurutnya, saat itu banyak pihak meragukan proyek tersebut dapat terlaksana karena jalur yang rusak parah akibat bencana.

"Beliau yang menentukan dalam TMMD membuat jalan dari Banda Aceh sampai Teunom. Saat itu banyak yang menganggap tidak mungkin karena jalurnya putus-putus akibat tsunami," kata Gatot seusai melayat ke rumah duka Ryamizard di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seperti dikutip Antara, Minggu (31/5/2026).

Tak hanya itu, meski menghadapi banyak kendala, Ryamizard juga tetap meminta program tersebut dijalankan hingga akhirnya berhasil diselesaikan sesuai target. "Beliau minta harus dilakukan dan akhirnya bisa terwujud. Sampai batas waktu yang ditentukan, jalur itu berhasil tembus," ujarnya.

Bagi Gatot, keberhasilan tersebut menunjukkan visi Ryamizard yang kerap melampaui cara pandang banyak orang di sekitarnya. "Saya katakan beliau itu yang saya anggap tidak masuk akal karena pikiran saya tidak sampai ke sana. Beliau mempunyai visi yang benar-benar bisa dipercaya dan akhirnya terbukti," katanya.

Tak hanya dikenal visioner, lanjut Gatot, Ryamizard juga berjasa dalam memperkuat profesionalisme TNI AD, salah satunya melalui pembentukan Batalyon Raider. "Beliau juga yang membentuk Batalyon Raider. Kiprah beliau untuk menjadikan angkatan darat yang profesional sangat besar," ujar Gatot.

Kesan serupa disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. Ia mengenang Ryamizard sebagai sosok pemimpin yang selalu menanamkan pentingnya mencintai rakyat dalam setiap penugasan militer.

"Penekanan beliau kepada saya, setiap melaksanakan penugasan cintai rakyat, karena memang kita berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," kata Dudung.

Pesan tersebut, menurut Dudung, diterimanya secara langsung saat bertugas di Aceh ketika Ryamizard menjabat KSAD dan dirinya masih menjadi komandan batalyon.

Dudung mengatakan Ryamizard selalu mengingatkan bahwa pendekatan operasi militer harus mengedepankan sisi kemanusiaan dan kedekatan dengan masyarakat.

"Saya terutama menyampaikan bahwa di Aceh itu bukan musuh kita, sehingga pendekatannya adalah pendekatan manusia. Jangan ingin membunuh dan sebagainya. Itulah yang saya pegang sehingga kami melaksanakan pembinaan-pembinaan teritorial," ujarnya mengutip arahan Ryamizard saat itu.

Menurut Dudung, pendekatan tersebut menjadi pedoman penting dalam menjalankan tugas di lapangan sekaligus membantu membangun hubungan baik antara TNI dan masyarakat.

Ia juga menilai Ryamizard sebagai prajurit profesional yang memiliki komitmen besar dalam membangun organisasi TNI AD.

"Beliau prajurit sejati, prajurit tulen, yang betul-betul profesional. Beliau tidak kenal menyerah bagaimana mengembangkan organisasi. Banyak hal yang beliau kembangkan agar prajurit profesional di dalam bidangnya," kata Dudung.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak menyebut Ryamizard meninggalkan warisan besar dalam pembinaan prajurit dan pengembangan organisasi TNI AD.

Menurut Maruli, Ryamizard merupakan salah satu pemimpin yang banyak memberikan pelajaran kepada generasi perwira setelahnya, terutama dalam bidang latihan dan pembinaan satuan.

"Tadi saya sampaikan, zaman-zaman kami pertama beliau Pangkostrad. Banyak hal yang bisa menjadi pelajaran bagi kami, terutama beliau sangat antusias kalau berbicara tentang latihan dan pembinaan satuan," kata Maruli.

Maruli mengatakan berbagai kebijakan dan program yang digagas Ryamizard saat memimpin Kostrad masih dirasakan manfaatnya hingga sekarang, terutama dalam peningkatan kemampuan tempur prajurit.

"Banyak sekali yang kami ingat dari apa yang sudah beliau lakukan buat kami. Beliau yang membuat bagaimana pelatihan-pelatihan di Kostrad berjalan dan berkembang," ujarnya.

Ia juga menyoroti kontribusi Ryamizard dalam pembangunan daerah latihan dan pembentukan satuan-satuan tempur yang memperkuat kemampuan operasi TNI AD.

"Beliau banyak sekali membentuk satuan. Dulu beliau membuat satuan Raider dan banyak hal lain yang ditinggalkan untuk TNI Angkatan Darat," kata Maruli.

Ryamizard Ryacudu merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat KSAD pada 2002–2005. Pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, ia dipercaya menjadi Menteri Pertahanan periode 2014-2019.

Ryamizard meninggal dunia pada usia 75 tahun. Hingga Minggu malam, para pelayat dari kalangan keluarga, tokoh militer, pejabat negara, dan masyarakat masih terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir.

Baca juga artikel terkait RYAMIZARD RYACUDU atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana