tirto.id - Muhammad Firdaus Akhlan (72) sempat menjadi perhatian publik usai dilaporkan hilang pada 15 Mei 2026. Jemaah haji dari Embarkasi JKG 27 itu akhirnya ditemukan meninggal di Jabal Kudai satu pekan kemudian. Ia wafat sebelum melaksanakan puncak haji, yaitu wukuf di Arafah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akhirnya membadalkan haji Firdaus. Ia salah satu dari ratusan jemaah calon haji yang dibadalkan karena meninggal ataupun sakit yang tidak memungkinkan hadir di Padang Arafah.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) soal badal haji, setiap jemaah yang dibadalkan akan ditunjuk satu petugas PPIH. Dalam SK tersebut, Firdaus dibadalkan oleh Kepala Seksi Pembimbing Ibadah (Bimbang) Daker Bandara PPIH Arab Saudi, Anis Diyah Puspita.
Awalnya, Anis tidak menyadari kalau dirinya dipilih membadalkan haji untuk Muhammad Firdaus Akhlan Bin Muhammad Zarkasyi Aly. Setelah mengetahuinya, perasaan Anis langsung campur aduk ketika mengingat kembali perjuangan Firdaus menuju Tanah Suci.
"Maka ketika saya menyadari bahwa ternyata nama tersebut adalah Pak Firdaus Akhlan yang dimaksud oleh media, ketika beliau dinyatakan hilang itu, terus terang, saya merasa merinding," kata Anis kepada Tim Media Center Haji (MCH), pada Sabtu (30/5/2026).
Sebab, kata Anis, Firdaus telah berjuang luar biasa memenuhi rukun Islam kelima. Anis merasa mengemban tanggung jawab yang amat besar untuk membadalkan haji hingga memotivasinya khusyuk dalam setiap prosesi rukun haji.
"Maka kemudian saya tergugah, bagaimana saya harus melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya, bagaimana saya harus menjalankan sesuai syariatnya, dan bagaimana supaya bukan hanya sah, tapi ibadah yang kami lakukan itu betul-betul bisa diterima oleh Allah dan pahalanya sampai kepada almarhum," kata Anis.
Menurut Anis, tahapan badal haji sama seperti ibadah haji pada umumnya, mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, tawaf ifadah, hingga melontar jumrah.
“Hanya saja kita khususkan niat ini untuk beliau [almarhum Muhammad Firdaus]," kata Anis menjelaskan.
Dalam setiap prosesi ibadah, terutama di waktu dan tempat yang mustajab, Anis tidak henti-hentinya memanjatkan doa terbaik untuk almarhum Firdaus maupun untuk kebaikan anak cucunya kelak.
"Saya berusaha penuh bagaimana bisa mendoakan, memberikan doa, membacakan doa-doa terbaik untuk almarhum," kata Anis menambahkan.
Membadalkan haji untuk Firdaus adalah pengalaman pertama Anis melakukan badal haji untuk orang lain yang belum dia kenal. Sebelumnya Anis hanya pernah membadalkan haji/umrah keluarga dan kerabat dekatnya.
"Jadi kalau untuk orang lain, alhamdulillah kami baru kali ini, melakukan badal untuk Pak Muhammad Firdaus Akhlan," kata Anis.
Meski baru mengenal kisah almarhum melalui media massa, Anis mengaku melaksanakan setiap rukun badal haji tersebut dengan penuh penghayatan, seolah-olah ia sedang membadalkan ibadah untuk ayah kandungnya sendiri.
Kilas Balik Cerita Hilangnya Firdaus
Muhammad Firdaus sempat hilang dan ditemukan meninggal pada Jumat (22/5/2026). Ia akhirnya dimakamkan di Maqbarah Asy-Syara'i, Makkah, pada Sabtu (23/5/2026). Jenazah jemaah asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede itu disalatkan di Masjidil Haram usai salat subuh.
Sejumlah jurnalis dari tim Media Center Haji (MCH) yang sedang meliput di sekitar area Masjidil Haram, berkesempatan mengantarkan almarhum dari ambulans nomor 51 ke area salat jenazah. Almarhum dibawa ke Masjidil Haram dengan buggy car sekitar pukul 03.10 waktu Arab Saudi. Jenazah diturunkan di area salat sekitar pukul 03.21.
Almarhum Firdaus disalatkan bersama tujuh jenazah lainnya. Salat jenazah di Masjidil Haram dilakukan setiap selesai salat wajib. Almarhum Firdaus dan para jenazah lainnya disalatkan setelah salat subuh.
Sebelumnya, Firdaus dimandikan di tempat pemandian jenazah Al-Muhajirin. Sementara istri Firdaus, Nafsiah, hadir di pemakaman ditemani sejumlah petugas dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Nafsiah berterima kasih banyak kepada petugas PPIH yang telah membantu proses pencarian hingga pemakaman jenazah almarhum.
"Mudah-mudahan, atas bantuannya dari [petugas] Indonesia juga, Allah berikan seluruh kesehatan, Allah jaga, Allah perihara," kata Nafsiah usai pemakaman sang suami, Sabtu (23/5/2026).
Nafsiah juga mendoakan sang suami agar diampuni dosanya, diterima amal ibadahnya, diluaskan kuburnya, dilapangkan jalannya menuju surga. "Sekali lagi, saya mohon maaf dari bapak-bapak semua. Mohon maaf dan terima kasih," kata Nafsiah memungkasi.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id
































