tirto.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan, fase kepulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, ada 17 kelompok terbang (kloter) dari berbagai embarkasi yang akan terbang ke Tanah Air dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
"Insyaallah mulai 1 Juni 2026 bertepatan dengan hari lahir Pancasila, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke tanah air akan segera dimulai," kata pria yang akrab disapa Gus Irfan kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Daker Makkah, Sabtu (30/5/2026).
Terkait kepulangan jamaah haji ke tanah air, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI telah membuat beberapa ketentuan mengenai barang bawaan, seperti dalam unggahan di Instagram @kemenhaj.ri pada Sabtu (30/5/2026).
Dua maskapai yang mengangkut jemaah haji, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, hanya akan mengangkut barang bawaan sesuai ketentuan. Antara lain: tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai penerbangan yang dipergunakan jamaah.
Kapasitas bobot maksimal koper kabin seberat 7 kilogram dan koper bagasi 32 kilogram. Selain itu, Kemenhaj menegaskan jemaah haji tidak boleh memasukkan air zamzam ke koper.
“Jemaah haji akan mendapat 5 liter air zamzam yang akan dibagikan saat tiba di Asrama Haji Debarkasi,” tulis unggahan Kemenhaj RI.
Ketentuan ini juga merujuk pada larangan yang dikeluarkan oleh GACA atau General Authority of Civil Aviation atau otoritas penerbangan sipil Arab Saudi.
Disebutkan pula bahwa pemeriksaan koper bagasi akan menggunakan X-ray Multiview yang dapat mendeteksi berang-barang yang dilarang, termasuk air zamzam.
Apalagi ditemukan barang yang dilarang dalam koper, maka barang itu akan dikeluarkan dari koper.
Kemenhaj juga mengingatkan tentang sejumlah barang yang dilarang untuk dibawa ke dalam bagasi maupun kabin.
Antara lain, barang yang mudah terbakar atau meledak, senjata api atau senjata tajam, gas, aerosol, dan cairan melebihi 100 ml, serta uang tunai lebih Rp100 juta atau SAR25.000.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id



























