Menuju konten utama
Liputan Haji 2026

Jemaah Haji Berangkat Tawaf Ifadah Bisa Pakai Bus Shalawat

Layanan bus yang beroperasi 24 jam ini sebelumnya off sejak 22 Mei atau selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Jemaah Haji Berangkat Tawaf Ifadah Bisa Pakai Bus Shalawat
Jamaah Haji Indonesia yang akan menggunakan layanan bus shalawat di terminal Syib Amir, Minggu (31/5/2026). FOTO/Media Center Haji 2026
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Layanan bus shalawat (salat lima waktu) yang mengantar jemaah haji Indonesia ke Masjidil Haram kembali beroperasi pada Minggu (31/5/2026) siang waktu Arab Saudi. Layanan bus yang beroperasi 24 jam ini sebelumnya off sejak 22 Mei atau selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Berdasarkan pantauan di lapangan, jemaah haji Indonesia sudah banyak yang memanfaatkan bus shalawat ini untuk tawaf ifadah. Di Terminal Syib Amir misalnya, jemaah dari sejumlah hotel di wilayah Syishah dan Raudhah terpantau berdatangan dengan menggunakan bus shalawat ini.

Sebelumnya berdasarkan informasi yang beredar, bus shalawat akan mulai beroperasi pada Minggu dini hari (31/5/2026) pukul 01.00 WAS. Namun, pengumuman mendadak keluar pada pukul 23.30 WAS menyatakan bahwa jadwal operasional tersebut diundur menjadi pukul 13.00 siang atau selepas pelaksanaan shalat zuhur di hari yang sama.

​Akibat perubahan jadwal yang mendadak pada tengah malam tersebut, banyak jemaah yang terlanjur bersiap-siap, terpaksa merogoh kocek pribadi untuk menyewa taksi

​Salah satu jemaah asal Embarkasi Surabaya (SUB) kloter 50, Adit Purnomo. Ia menceritakan pengalamannya yang menyaksikan jemaah akhirnya menyewa taksi.

"Awalnya diinfokan jam 1 malam, tahu-tahu diundur jam 1 siang. Karena sudah siap, orang-orang akhirnya memilih patungan naik taksi ke Haram," kata Adit di terminal Syib Amir.

​Kepala Pos (Kapos) Terminal Syib Amir, Iswan Brandes, membenarkan penundaan operasional bus shalawat tersebut. Melalui aplikasi WhatsApp, ia menyampaikan bahwa informasi tersebut merupakan keputusan pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang mendadak.

​Petugas Transportasi di Terminal Syib Amir, Sur’i Samian Abdullah, menjelaskan bahwa penundaan ini berkaitan langsung dengan akses terowongan.

Jalur terowongan utama, kata dia, yang mengarah langsung ke Terminal Syib Amir baru dibuka oleh kepolisian Arab Saudi pada pukul 13.00 siang.

"Seandainya tidak ada kebijakan pembatasan jalur dari otoritas setempat, bus sudah bergerak sejak semalam," kata dia.

Dalam pantauan tim Media Center Haji (MCH), beberapa jemaah datang ke terminal Syib Amir sejak pukul 10.30. Mereka mengaku mengetahui informasi operasional pukul 13.00, tapi memilih menunggu di terminal saja.

Menjelang pukul 12.00, semakin banyak jamaah haji yang datang. Rata-rata mereka baru menyelesaikan tawaf Ifadah seperti diakui ​Sumarji, jemaah asal Blora, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Kloter 45 Embarkasi Solo (SOC).

​Tepat pukul 13.00 WAS, suasana di Terminal Syib Amir mulai menggeliat ketika pintu-pintu bus shalawat resmi dibuka untuk jemaah. Berdasarkan pantauan di lapangan, bus pertama mulai bergerak meninggalkan terminal pada pukul 13.14 WAS untuk menjemput dan mengantar jemaah. Jemaah yang menunggu, seperti Mariadi dari Sektor 408 Embarkasi SUB 81, mengaku lega karena bus nomor 10 yang dinantinya tersedia.

​Dengan beroperasinya kembali bus shalawat ini, konektivitas jemaah dari lima wilayah akomodasi utama—Syisyah, Jarwal, Raudhah, Aziziyah, dan Misfalah—menuju Masjidil Haram kini kembali normal.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama