tirto.id - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang berlangsung pada Jumat (12/12/2025), menyetujui pengangkatan Budi Satria Dharma sebagai Direktur Wholesale International Service baru, menggantikan Honesti Basyir.
Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui penunjukan Rofikoh Rokhim sebagai Komisaris Independen, menggantikan Yohanes Surya yang mengundurkan diri pada 20 November 2025.
"Pada tanggal 20 November 2025, perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Yohanes Surya selaku Komisaris Independen PT Telkom Indonesia Tbk,” jelas SVP Corporate Secretary PT Telkom Indonesia, Jati Widagdo, dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip, Sabtu (13/12/2025).
Dengan perubahan dewan direksi dan komisaris ini, susunan pengurus baru perusahaan dengan kode sandi TLKM ini menjadi sebagai berikut:
Jajaran Direksi
• Direktur Utama: Dian Siswarini
• Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Arthur Angelo Syailendra
• Direktur Human Capital Management: Willy Saelan
• Direktur Wholesale & International Service: Budi Satria Dharma Purba
• Direktur Enterprise & Business Service: Veranita Yosephine
Dewan Komisaris
• Komisaris Utama: Angga Raka Prabowo
• Komisaris: Rionald Silaban
• Komisaris: Rizal Mallarangeng
• Komisaris: Ossy Dermawan
• Komisaris: Silmy Karim
• Komisaris Independen: Deswandhy Agusman
• Komisaris Independen: Ira Noviarti
• Komisaris Independen: Rofikoh Rokhim.
Selain menyetujui perombakan pengurus baru, para pemegang saham juga menyetujui pemisahan (spin off) sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity (tahap 1) sebagai bagian dari rencana pengalihan seluruh bisnis dan aset wholesale fiber connectivity kepada anak usaha, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia).
Sebagai informasi, pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity menjadi entitas baru merupakan bagian dari strategi transformasi yang strategis bagi Telkom. Pasalnya, melalui aksi korporasi ini, Telkom sekaligis bisa menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di Indonesia.
Pasalnya, di masa depan InfraNexia juga diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru yang akan memperkuat kinerja perusahaan melalui optimalisasi aset infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan infrastruktur digital.
“Diperolehnya persetujuan atas pemisahan bisnis dan aset ini memperkuat agenda transformasi perseroan untuk membangun struktur usaha yang lebih fokus dan tangkas, sehingga Telkom dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi percepatan digitalisasi nasional dan menciptakan nilai tambah baik bagi perusahaan, stakeholders, masyarakat, dan negara,” jelas Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































