tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (15/7/2026) pagi menguat sebesar 21 poin atau sekitar 0,12 persen. Rupiah diperdagangkan di level Rp18.070 per dolar AS. Di sisi lain, IHSG melanjutkan tren penguatan hari ini.
Rupiah hari ini dibuka menguat dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp18.091 per dolar AS. Meskipun penguatan rupiah hari ini relatif kecil, pergerakan ini mencerminkan adanya sentimen positif di pasar keuangan yang mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
Salah satu faktor yang memberikan sentimen positif tersebut adalah keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang (credit rating) Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil.
IHSG Ikut Menguat di Pembukaan Hari Ini Rabu, 15 Juli 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (15/7/2026) pagi dibuka menguat sebesar 28,51 poin atau naik 0,47 persen ke level 6.068. Pergerakan positif tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat beli investor terhadap sejumlah saham di pasar modal domestik.
Kenaikan IHSG juga diikuti oleh indeks saham unggulan, yaitu Indeks LQ45, yang meningkat 2,61 poin atau 0,44 persen menjadi berada di posisi 601,50.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan didorong oleh kinerja positif beberapa sektor saham di Bursa Efek Indonesia. Sektor keuangan menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, kemudian disusul oleh sektor barang baku, teknologi, dan energi. Beberapa sektor lainnya masih berada di zona merah atau mengalami tekanan jual dari investor.
Dari sisi aktivitas perdagangan, transaksi saham di BEI pada pagi hari tersebut berlangsung cukup aktif dengan total volume perdagangan mencapai sekitar 1,28 miliar saham. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp772,8 miliar.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 242 saham mengalami kenaikan harga, sedangkan 180 saham mengalami penurunan dan 246 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.
Pada kelompok saham LQ45, sejumlah emiten mencatatkan kenaikan harga terbesar atau menjadi top gainers. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu saham dengan penguatan tertinggi, naik 1,71 persen ke level Rp2.970 per saham.
Selain itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) meningkat 1,59 persen menjadi Rp640 per saham, sedangkan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menguat 1 persen ke posisi Rp1.515 per saham.
Namun, tidak semua saham unggulan mengalami penguatan. Beberapa emiten dalam indeks LQ45 justru mengalami tekanan jual dan menjadi saham dengan penurunan terbesar atau top losers.
Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 2,27 persen ke harga Rp26.875 per saham. Kemudian, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 1,60 persen menjadi Rp1.230 per saham, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 1,50 persen ke level Rp2.620 per saham.
Kata Purbaya Soal S&P Ratings Indonesia
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangan positif terhadap kondisi pasar keuangan Indonesia setelah lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek atau outlook stabil.
Menurut Purbaya, keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa berbagai kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia selama ini tidak terbukti. Karena itu, ia menilai sentimen negatif yang sempat membayangi pasar saham, pasar obligasi, dan nilai tukar rupiah berpotensi mereda dalam waktu dekat.
Purbaya menyarankan investor untuk mulai mempertimbangkan masuk ke pasar saham dan melakukan penjualan dolar AS karena ia melihat kondisi ekonomi Indonesia memiliki prospek yang lebih baik setelah adanya kepastian dari S&P.
“Kalau (investor) pinter ya harus cepat. Kalau investor pinter, domestik pinter, masuk aja sekarang. Sekarang udah jelas apalagi gangguan kita? Selama ini kan ditakutkan kita tidak bisa mengelola fiskal walaupun ekonominya tumbuh lebih cepat,” sarannya dikutip Antara News, Selasa (14/7/2026).
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





































