Menuju konten utama

Rupiah Menguat, BI Sebut Efek Modal Asing Masuk ke SRBI dan SBN

Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut.

Rupiah Menguat, BI Sebut Efek Modal Asing Masuk ke SRBI dan SBN
Petugas melayani warga yang menukarkan uang rupiah di mobil kas keliling Bank Indonesia, di Pasar Butung, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (6/10/2025). Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan menggelar layanan penukaran uang pecahan kecil dan uang baru di sejumlah pasar tradisional sebagai upaya untuk menjamin ketersediaan uang layak edar di masyarakat. ANTARA FOTO/Hasrul Said/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate menjadi 5,50 persen, arus modal asing mulai berdatangan ke instrumen keuangan domestik. Penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) turut menjadi pendorong utama respons positif investor asing terhadap bauran kebijakan bank sentral.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026, terjadi peningkatan signifikan aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI.

Selain itu, pasar SBN juga mulai kembali diminati investor asing, terutama pada tenor pendek dan menengah.

"Pasca kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut," ujar Ramdan dalam rilis resmi, Jumat (12/6/2026).

Sejalan dengan masuknya modal asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan penguatan. Mata uang rupiah kini kembali berada di bawah level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pada hari ini, Jumat (12/6/2026), nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.961 per dolar AS.

Bank Indonesia memastikan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik. Menurut Ramdan, BI akan menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran modal asing.

"Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi NDF di pasar offshore serta transaksi spot dan DNDF di pasar domestik secara konsisten dan terukur," katanya.

Baca juga artikel terkait BANK INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto