Menuju konten utama

Rudy Mas'ud Minta Maaf soal Polemik Renovasi Rumah Dinas Rp25 M

Gubernur Kaltim itu, mengaku tidak memiliki maksud untuk membandingkan pihak mana pun, serta berkomitmen lebih berhati-hati dalam berkomunikasi ke depan.

Rudy Mas'ud Minta Maaf soal Polemik Renovasi Rumah Dinas Rp25 M
Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Timur cum Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud berpidato saat pembukaan Musyawarah Daerah ke-XI Partai Golkar Kaltim di Samarinda, Kaltim, Sabtu (19/7/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menyampaikan permohonan maafnya terkait polemik renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar yang menjadi perbincangan di masyarakat.

Hal itu disampaikan Rudy melalui pernyataan video yang diunggah pada akun pribadinya @h.rudymasud di Instagram, Minggu (26/4/2026).

Dia mengaku memahami kritik dan kegelisahan publik atas penggunaan anggaran, terutama untuk fasilitas yang dinilai tidak mendesak.

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Rudy dikutip Senin (27/4/2026).

Rudy mengakui kebijakan terkait fasilitas publik memang wajar menjadi perhatian masyarakat di tengah ekonomi masyarakat yang harus dibenahi. Menurutnya, kritik yang muncul merupakan bentuk kepedulian warga terhadap pengelolaan daerah.

Ihwal paket renovasi rumah jabatan dengan nilai mencapai Rp25 miliar dan item kursi pijat dan akuarium air laut, Rudy menjelaskan perencanaan renovasi tersebut telah disusun sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur.

Meskipun demikian, dia menegaskan tetap bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan tersebut.

“Karena itu, saya tidak mencari alasan. Ini adalah tanggung jawab saya," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Rudy menyatakan akan menanggung secara pribadi biaya untuk fasilitas yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan fungsi kedinasan. Dia memastikan seluruh paket renovasi akan dievaluasi dan diaudit ulang secara terbuka.

Rudy juga berjanji akan melakukan penyesuaian ke depan agar penggunaan anggaran untuk fasilitas pimpinan lebih sederhana dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Dia juga menyebut akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk di Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP).

“Kami juga akan membuka ruang transparansi yang lebih luas agar setiap kebijakan bisa dipahami dan diawasi bersama. Masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat saya terima sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kalimantan Timur," tuturnya.

Rudy juga turut meminta maaf atas ucapannya sebelumnya yang dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran berbeda di masyarakat. Dia menegaskan tidak memiliki maksud untuk membandingkan pihak mana pun, serta berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi ke depan.

“Saya berkomitmen untuk bekerja lebih teliti, lebih peka, dan lebih mendahulukan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kalimantan Timur,” kata dia.

Baca juga artikel terkait KALIMANTAN TIMUR atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama