Menuju konten utama

Riwayat Pendidikan Menhut Raja Juli Antoni yang Jadi Sorotan

Simak riwayat pendidikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dari pesantren hingga meraih gelar Ph.D di Australia yang menjadi sorotan publik di sini.

Riwayat Pendidikan Menhut Raja Juli Antoni yang Jadi Sorotan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berdiri di atas tumpukan kayu yang hanyut saat meninjau proses pencarian korban banjir bandang di Pasak Kayu, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nz.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni sedang disorot masyarakat Indonesia setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor melumpuhkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Riwayat pendidikan Raja Juli dianggap tidak sesuai dengan posisinya saat ini.

Setelah banyaknya pohon yang terseret saat banjir bandang di Sumatera akhir November lalu, banyak yang meyakini jika bencana tersebut salah satu penyebabnya adalah penebangan hutan.

Namun, diundang Komisi IV DPR RI untuk hadir di rapat kerja 4 Desember 2025, banyak desakan dari anggota DPR agar Raja Juli mundur dari jabatannya saat ini.

“Saya pesan Pak Menteri kalau Pak Menteri enggak mampu, mundur saja. Pak Menteri nggak paham tentang kehutanan,” ujar Usman Husin, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB).

Desakan mundur juga datang dari netizen di media sosial. Mereka bahkan menyebut jika riwayat pendidikan Raja Juli yang tidak sesuai dengan posisinya saat ini turut memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan-keputusannya.

“Gue masih ingat kata2 @prabowo tentang, “kita harus menuju ke arah merit (kemampuan) system. Prestasi!” Tapi, @RajaJuliAntoni ini tidak ada pendidikan dan pengalaman di bidang kehutanan waktu diangkat jadi Menteri. Sulit dipercaya,” cuit akun aktor Fedi Nuril @realfedinuril.

Profil Menhut Raja Juli Antoni dan Riwayat Pendidikannya

Raja Juli Antoni, Ph.D., lahir di Pekanbaru, Riau pada 13 Juli 1977. Ia adalah seorang politikus yang berasal dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah sebelumnya ada di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga 2014.

Saat ini Raja Juli menjabat sebagai Menteri Kehutanan sejak 20 Oktober 2024, setelah sebelumnya dipercaya sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional sekaligus pernah merangkap tugas sebagai Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam struktur partai, Raja Juli Antoni telah lama menjadi tokoh sentral sebagai Sekretaris Jenderal PSI.

Raja Juli Antoni berasal dari keluarga yang memiliki pengaruh kuat di lingkungan sosial dan keagamaan Riau. Ayahnya, Raja Ramli Ibrahim, merupakan tokoh masyarakat Lubuk Jambi dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau.

Ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Garut, Jawa Barat. Melanjutkan pendidikan tinggi, Raja Juli meraih gelar sarjana Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari IAIN Syarif Hidayatullah (kini UIN Jakarta) pada 2001.

Minat akademisnya membawa Raja Juli meraih beasiswa Chevening Award pada 2004 untuk studi magister di Department of Peace Studies, University of Bradford, Inggris.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral melalui beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) di University of Queensland, Australia, dengan disertasi yang meneliti peran agama dalam upaya pembangunan perdamaian di kawasan konflik Asia Tenggara, khususnya di Mindanao dan Maluku.

Sebelum aktif di pemerintahan, Raja Juli mengisi berbagai posisi strategis seperti menjadi Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII) serta Direktur Eksekutif Maarif Institute, lembaga yang didirikan oleh tokoh Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.

Kiprah organisasinya semakin kuat ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) pada periode 2000–2002.

Dalam dunia politik, perjalanan Raja Juli dimulai ketika ia masih bergabung dengan PDIP, bahkan sempat maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2009 untuk daerah Jawa Barat IX.

Meski belum berhasil melaju ke parlemen, ia terus aktif hingga kemudian pada 2014 bergabung dan turut mendirikan PSI. Pada 2015, ia sempat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, namun mengundurkan diri untuk fokus membesarkan PSI.

Kiprahnya di pemerintahan semakin menonjol ketika pada 2022 ia diangkat sebagai Wakil Menteri ATR/BPN. Ia lantas diangkat sebagai Menteri Kehutanan pada 2024 dan menjadi salah satu menteri di kabinet Prabowo-Gibran.

Baca juga artikel terkait BENCANA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra