tirto.id - Titik banjir di Jawa Barat hari ini, Jumat, 5 Desember 2025 tersebar di empat titik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status siaga darurat hingga April 2026.
Dari data yang diambil dari laman resmi Pemprov Jabar hari ini, pukul 10.18 WIB, terdapat empat kabupaten yang menjadi titik banjir yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bandung Barat.
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), melalui akun media sosial resminya @dedimulyadioffcial, menyampaikan laporan lengkap penanganan dan langkah strategis Pemprov Jabar.
Ia memastikan bahwa rob di Mayangan kini telah surut, mengingat fenomena tersebut rutin terjadi saat air laut pasang tinggi, dan telah berkoordinasi dengan Bupati Subang untuk mengantisipasi kemungkinan dampak berikutnya.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Bupati Subang untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan,” ujarnya.
Titik Banjir Jawa Barat Hari Ini di Bandung & Sekitarnya
Di empat Kabupaten yang mengalami banjir sejak Kamis (4/12) kemarin, menyebabkan 11 rumah rusak berat, 42 rumah rusak sedang, dan 41 rumah rusak ringan. Banjir itu juga 87 warga mengungsi untuk mencari perlindungan karena takut air akan semakin meninggi.
Sejumlah bencana alam melanda berbagai wilayah di Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir, mulai dari rob di Mayangan, Subang, longsor di Cisalak, hingga banjir dan sawah terendam di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
Di Cisalak, bencana longsor menimpa empat rumah yang terbawa arus. Seluruh warga telah dievakuasi ke lokasi aman, sementara pemerintah berencana mengganti dan merelokasi rumah-rumah yang terdampak, karena kawasan tersebut dikenal rawan longsor dengan kondisi tanah labil dan hutan yang tidak stabil.
Di Kabupaten Bandung Barat, meluapnya sungai menyebabkan sawah warga terendam, menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani.
Banjir juga terjadi di beberapa titik Kabupaten Bandung, yang sebagian besar disebabkan oleh alih fungsi lahan, termasuk praktik penebangan pohon dan penggantian perkebunan teh menjadi lahan sayur, serta perusakan hutan seluas 160 hektare.
Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan kawasan rekreasi dan permukiman yang mengubah daerah resapan air harus dihentikan, karena hal ini memperparah risiko banjir.
Ia juga menyoroti fakta bahwa masih banyak warga yang tinggal di sepadan sungai dan Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga debit air yang meningkat saat hujan menyebabkan banjir besar.
Selain itu, cuaca buruk di Bandung Barat memicu banjir bandang dan longsor, khususnya di aliran Sungai Cibitung, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin.
Objek wisata Lembah Curugan Gunung Putri terendam air bercampur lumpur dan sekitar lima hektare sawah warga ikut tergenang. Longsor juga menimbun jalan di Desa Nanggerang, Cililin, dan Kampung Cigagak, Buninagara, Sindangkerta, sehingga akses kendaraan terganggu.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































