tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan tajam impor santan Indonesia dari Singapura yang menembus total 27.489 ton sepanjang periode Juni 2025 hingga Juni 2026. Arus masuk produk kelapa olahan dari Negeri Singa ini paling deras mengalir melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan puncak pengiriman tertinggi terjadi pada Desember 2025.
Pada rentang akhir tahun 2025, volume impor santan tercatat sebesar 16.911,43 ton. Pembelian produk ini dimulai secara bertahap pada Juni 2025 melalui Bandara Soekarno-Hatta sebesar 0,06 ton.
Pengiriman dalam skala besar baru mulai mengalir deras memasuki paruh kedua tahun 2025 melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Aktivitas impor santan dimulai sejak September sebanyak 47,52 ton; Oktober sebesar 237,60 ton; November melonjak ke 4.885,05 ton; hingga puncaknya pada Desember 2025 yang menembus 11.741,19 ton.
Memasuki semester pertama tahun 2026, tren pengiriman melalui Pelabuhan Tanjung Priok terus berlanjut pesat dengan total volume mencapai 10.578,13 ton. Lonjakan tertinggi di awal tahun terjadi pada Januari 2026 yang mencatatkan angka pengiriman 3.737,78 ton.
Pasokan sempat mereda pada Februari sebesar 545,05 ton, sebelum kembali merangkak naik pada April sebesar 1.824,55 ton, Mei sebesar 2.058,88 ton, dan ditutup pada Juni 2026 sebanyak 2.411,87 ton.
Laju pengiriman ini menunjukkan ketergantungan yang cukup konsisten pada pasokan santan olahan asal Singapura untuk memenuhi kebutuhan pasokan dalam negeri. Padahal, di sisi sebaliknya, Indonesia memiliki garis pantai yang lebih luas dan penghasil kelapa yang lebih banyak dibandingkan Singapura.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































