Menuju konten utama

RI Kaya Kelapa Tapi Impor Puluhan Ribu Ton Santan dari Singapura

Ironis! Data BPS ungkap impor santan Indonesia dari Singapura melonjak hingga puluhan ribu ton. Mengapa RI bisa ketergantungan?

RI Kaya Kelapa Tapi Impor Puluhan Ribu Ton Santan dari Singapura
Pekerja menuangkan santan ke dalam bambu berisi adonan lemang sebelum dibakar di tempat pembuatan lemang milik Iwan Flamboyan di Gang Selamat 1, Jalan HRA Rahman, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (23/2/2026). Perajin mengaku mampu memproduksi 150-200 batang lemang per hari untuk kebutuhan berbuka puasa dengan harga jual Rp30.000 hingga Rp40.000 per batang tergantung ukuran. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan tajam impor santan Indonesia dari Singapura yang menembus total 27.489 ton sepanjang periode Juni 2025 hingga Juni 2026. Arus masuk produk kelapa olahan dari Negeri Singa ini paling deras mengalir melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan puncak pengiriman tertinggi terjadi pada Desember 2025.

Pada rentang akhir tahun 2025, volume impor santan tercatat sebesar 16.911,43 ton. Pembelian produk ini dimulai secara bertahap pada Juni 2025 melalui Bandara Soekarno-Hatta sebesar 0,06 ton.

Pengiriman dalam skala besar baru mulai mengalir deras memasuki paruh kedua tahun 2025 melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Aktivitas impor santan dimulai sejak September sebanyak 47,52 ton; Oktober sebesar 237,60 ton; November melonjak ke 4.885,05 ton; hingga puncaknya pada Desember 2025 yang menembus 11.741,19 ton.

Memasuki semester pertama tahun 2026, tren pengiriman melalui Pelabuhan Tanjung Priok terus berlanjut pesat dengan total volume mencapai 10.578,13 ton. Lonjakan tertinggi di awal tahun terjadi pada Januari 2026 yang mencatatkan angka pengiriman 3.737,78 ton.

Pasokan sempat mereda pada Februari sebesar 545,05 ton, sebelum kembali merangkak naik pada April sebesar 1.824,55 ton, Mei sebesar 2.058,88 ton, dan ditutup pada Juni 2026 sebanyak 2.411,87 ton.

Laju pengiriman ini menunjukkan ketergantungan yang cukup konsisten pada pasokan santan olahan asal Singapura untuk memenuhi kebutuhan pasokan dalam negeri. Padahal, di sisi sebaliknya, Indonesia memiliki garis pantai yang lebih luas dan penghasil kelapa yang lebih banyak dibandingkan Singapura.

Baca juga artikel terkait SANTAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah