tirto.id - Setelah Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk RRP) rampung disusun serta kebutuhan pendanaan dipenuhi oleh Kementerian Keuangan, fokus pemerintah kini bergeser pada percepatan implementasi program pemulihan di lapangan.
Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di seluruh wilayah terdampak bencana Hidrometeorologi akan menjadi prioritas utama.
Dalam proses tersebut, berbagai tantangan dan hambatan diperkirakan akan muncul. Karena itu, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) akan berperan sebagai penghubung dan pendamping kementerian/lembaga untuk memastikan program yang telah direncanakan dapat dieksekusi secara efektif di seluruh provinsi serta kabupaten/kota.
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh, Dr. Safrizal ZA, mengatakan bahwa saat ini tahapan perencanaan telah selesai dan kini memasuki fase pelaksanaan di lapangan.
"Rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi sudah selesai, kebutuhan pembiayaan juga telah dipenuhi oleh Kementerian Keuangan. Sekarang yang paling penting adalah implementasi dan percepatan eksekusi dari seluruh rencana yang telah disusun," ujarnya kepada tirto.id, Rabu (9/7/2026).
Menurut Safrizal, salah satu fokus utama pemulihan adalah mengembalikan produktivitas sektor pertanian, khususnya lahan yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Ia menjelaskan, seluruh kajian rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian, terutama untuk kategori kerusakan ringan dan sedang, telah diselesaikan. Saat ini pemerintah sedang melakukan perbaikan lahan sawah dan perkebunan agar dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Perbaikan untuk rehabilitasi sawah dan lahan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang sedang berjalan. Bahkan sebagian lahan yang telah diperbaiki sudah mulai ditanami kembali oleh para petani," katanya.
Data menunjukkan, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh mengakibatkan sekitar 57.364 hektare lahan persawahan dan 60.438 hektare lahan perkebunan terdampak.
Melalui percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah berharap aktivitas pertanian dapat segera pulih sehingga mampu mengembalikan mata pencaharian masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi di daerah-daerah yang terdampak bencana.
tirto.id merupakan salah satu media di Indonesia yang telah tersertifikasi IFCN (International Fact Checking Network).
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































