tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memproyeksikan kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, menjadi ikon baru Ibu Kota. Hal itu disampaikan saat meresmikan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta dalam momentum car free day (CFD) perdana di kawasan tersebut, Minggu (10/5/2026).
Dalam sambutannya di hadapan para duta besar, menteri, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pramono menjelaskan kawasan Jalan Rasuna Said sebelumnya dipenuhi 109 tiang monorel mangkrak yang terbengkalai selama lebih dari 20 tahun.
Menurut dia, keberadaan tiang monorel tersebut mengganggu wajah kota dan selama bertahun-tahun tidak tersentuh penyelesaian. Namun, berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum hingga institusi pemerintah, persoalan sengketa proyek monorel akhirnya dapat diselesaikan.
“Dan sekarang ini kita bangun, saya ingin menjadikan ini menjadi ikon baru Jakarta. Dan saya sengaja mengundang ketika belum selesai. Sebab kalau sudah selesai diundang, yang kelihatannya bagus semua. Saya sengaja hari ini diadakan di sini karena memang belum selesai,” ujar Pramono.
Pramono meyakini wajah Jalan Rasuna Said akan berubah signifikan dalam beberapa bulan ke depan. Ia mengatakan penataan kawasan tersebut juga terinspirasi dari sosok Hajjah Rangkayo Rasuna Said, pahlawan nasional asal Sumatra Barat yang namanya diabadikan sebagai nama jalan tersebut.
“Saya berharap agar jalan ini nantinya menjadi ikon baru Jakarta,” katanya.
Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta memulai proyek pembongkaran 109 tiang monorel di sepanjang Jalan Rasuna Said, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada 14 Januari 2026. Proyek tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar Rp250 miliar dengan waktu pengerjaan sekitar delapan bulan.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menetapkan kawasan Rasuna Said sebagai lokasi baru Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau CFD. Pramono meyakini perluasan area CFD hingga Rasuna Said akan meningkatkan daya tarik wisata Jakarta karena kegiatan tersebut kini telah menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tak hanya untuk CFD, kawasan Rasuna Said juga diproyeksikan menjadi lokasi berbagai agenda internasional. Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala internasional di Ibu Kota.
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































