tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan proyek penataan Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akan rampung pada hari ulang tahun (HUT) DKI Jakarta ke-499 yang jatuh pada 22 Juni 2026 mendatang.
Saat ini, Pramono mengaku proyek tersebut tengah berlangsung dengan tujuan untuk membuat Jalan Rasuna Said menjadi lebih indah serupa Jalan Sudirman-Thamrin.
“Mudah-mudahan ada targetnya adalah tanggal 22 Juni saya akan resmikan sebagai kado [HUT] Jakarta, dan itu akan menjadi sesuatu yang baru. Bahwa Rasuna Said kurang lebih mudah-mudahan bisa seperti Sudirman-Thamrin,” kata Pramono saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Pramono mengakui proyek yang dilakukan di lokasi bekas berdirinya tiang-tiang monorel itu memang akan berdampak pada menyempitnya akses bagi pejalan kaki. Namun, politikus PDIP ini memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI saat ini akan berfokus untuk menyelesaikan fasilitas pedestrian di jalan tersebut.
“Ini memang sedang tahap penyelesaian untuk pedestrian, terutama kami menyadari memang ada problem. Karena enggak mungkin bangun kemudian tidak ada efek. Nah, efeknya kan kita mau bikin Rasuna Said itu lebih baik,” tuturnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI telah melakukan pembongkaran 109 tiang monorel yang terpancang di sepanjang Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026) lalu.
Pramono mengatakan pembongkaran dilakukan guna menata kembali Jalan Rasuna Said dan mengurangi kemacetan lalu lintas di sana.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said, semuanya akan ditata rapi dan saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” kata Pramono kepada para wartawan di lokasi kala itu.
Pramono mengatakan proyek pembongkaran tiang monorel itu akan memakan biaya mencapai Rp250 juta. Adapun waktu pengerjaan pembongkaran akan memakan waktu delapan bulan.
“Target penyelesaiannya bulan September [8 bulan],” tambahnya.
Ia menjelaskan, selain pembongkaran, nantinya di lokasi bekas tiang-tiang monorel akan dilakukan penataan dengan pedestrian, taman, hingga selokan. Proyek penataan lokasi bekas tiang monorel itu disebutnya akan memakan biaya hingga Rp102 miliar.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id




























